Berita

SKANDAL BANK CENTURY

Beringin Senayan Minta KPK Periksa SBY

RABU, 19 AGUSTUS 2015 | 17:04 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Salah satu inisiator hak angket dana bailout Bank Century, Mukhamad Misbakhun secara terang mengatakan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan dalang dari kasus mega skandal tersebut.

"Sri Mulyani mengatakan sudah melaporkan ke Presiden SBY. Ini bukti otentik harus didalami KPK. Tanggal 4 Maret SBY pidato di Istana 'saya tidak diberitahu karena sedang bertugas ke luar negeri'. Kalau ditarik mundur konstruksinya ketemu. Dalangnya bukan dalang wayang, Pak SBY dalangnya Century," tegas Misbakhun dalam peluncuran bukunya "Sejumlah Tanya Melawan Lupa, Mengungkap 3 Surat SMI kepada Presiden SBY" karya M. Misbakhun, di Hotel Century, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8).

Tidak sampai disitu, Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Galkar ini pun menceritakan kronologis hubungan antara SBY dengan Sri Mulyani dalam kasus itu.


"30 April dan 21 Mei Sri Mulyani diperiksa KPK di Amerika Serikat. Sri mengatakan sudah melaporkan ke Presiden SBY. Ini bukti otentik harus didalami KPK," sebutnya memperjelas.

Sementara itu, di dalam bukunya, Misbakhun memaparkan isi surat Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan kepada Presiden SBY ketika itu.

"Artinya, SBY mengetahui persoalan bailout Century dengan bukti ketiga surat Sri Mulyani itu. Terlebih ketika, teleconfrence antara Menteri Keuangan Sri Mulyani yang tengah berada di Amerika Serikat dan para pejabat Departemen Keuaangan keyika itu, LPS, BI, serta UKP3R," paparnya.

"Dengan pernyataan Sri Mulyani yang mengatakan telah menginformasikan permasalahan kepada presiden, dan menyatakan presiden belum bisa mengambil keputusan sampai besok hari (14 November 2008) menunjukan bahwa presiden tahu persoalan ini," tandas Misbakhun menambahkan. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya