Berita

Bisnis

Di Amerika, Kurtubi Perjuangkan Revisi UU Migas

RABU, 19 AGUSTUS 2015 | 02:22 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Anggota Komisi VII DPR, Kurtubi, punya cerita lain mengisi reses. Pada reses keempat kali ini, Kurtubi melakukan kunjungan pribadi ke Houston, Amerika Serikat.

Sengaja dia mendatangi Amerika Serikat atas undangan Society of Indonesia Energy Professionals (SIEP), sebuah organisasi yang beranggotakan warga Indonesia yang bekerja dalam bidang energy Migas yang berkedudukan di Houston, Amerika Serikat.

"Sebagian besar mereka adalah ahli-ahli dengan kualifikasi Dr/P.hd," terang Kurtubi dalam keterangannya, Selasa (17/8).


Di Houston, anggota Fraksi Partai Nasdem yang ahli bidang energy ini menjadi narasumber dalam diskusi yang diselenggarakan di Konsulat Jenderal (Konjen) KJRI Houston Texas. Semua jajaran diplomat dan konsul KJRI juga ikut hadir dalam diskusi tentang energi tersebut.

Dalam diskusi tersebut terungkap bahwa kalangan profesional energi asal Indonesia menaruh perhatian penting pada proses revisi UU Migas. Dalam kesempatan tersebut dipertanyakan bagaimana sikap dan upaya Partai Nasdem yang diwakili Kurtubi dalam mengusung revisi UU Migas.

"Fraksi Nasdem di Komisi VII akan berjuang untuk melahirkan UU Migas yang baru, yang bisa menjadi payung hukum bagi perbaikan tata kelola migas yang lebih sederhana. Tidak berbelit-belit dan lebih efisien dengan melikuidasi dan menyatukan SKK Migas dengan Pertamina. Sebab satu-satunyaNational Oil Company sebagaimana halnya Petronas di Malaysia dan NOC di negara2 OPEC," jelas Kurtubi.

Sebagai informasi, Houston merupakan kota di Amerika tempat berkumpulnya banyak perusahaan minyak dunia berkantor. Tercatat sejumlah perusahaan seperti Exxonmobil, Conocophillips, BP, dan lainnya berkantor disana. Ada juga perusahaan penunjang migas yang berkantor disana seperti Schlumberger, Halliburton, dan Adler.

"Meskipun undangan bersifat pribadi, saya memanfaatkan kunjungan ini untuk berdiskusi," pungkasnya.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya