Berita

jk/net

Kata JK, UUD Bersifat Dinamis Sesuai Waktu

SELASA, 18 AGUSTUS 2015 | 18:05 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

UUD bersifat dinamis sesuai waktunya. Tidak ada yang tidak tergantikan, seperti UUD 1945 yang pada akhirnya diamandemen.

Begitu kata Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam peringatan Hari Konstitusi dan grand final lomba cerdas cermat MPR RI 2015 di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Selasa, 18/8).

"Dinamika bangsa terjadi. Reformasi membawa perubahan fundamental, ingin perubahan mendasar. Perubahan mendasar itu bukan otoriter, ingin demokrasi, ingin peranan daerah lebih banyak, ingin terbuka. Itulah Amandemen terakhir.
Itu kenapa lembaga kita tak ada lembaga tertinggi, agar ada check and balances. Kita tahu semua pada zaman orde baru, MPR dengan mayoritas partai saya bisa buat apa saja demi bangsa ini sehingga berubah. Semua berdasarkan dinamika sejarah bangsa," bebernya.

Itu kenapa lembaga kita tak ada lembaga tertinggi, agar ada check and balances. Kita tahu semua pada zaman orde baru, MPR dengan mayoritas partai saya bisa buat apa saja demi bangsa ini sehingga berubah. Semua berdasarkan dinamika sejarah bangsa," bebernya.

JK, begitu sapaannya, mengatakan bahwa UUD dalam sebuah negara bukan jimat yang bersifat tetap. Begitu juga Indonesia, bisa mengubah UUD sesuai kebutuhan. Namun begitu, JK mengingatkan bahwa falsafah bangsa tidak boleh digantikan dengan apapun.

"Di Thailand tiap pemerintahan berubah, UUD Thailand 300 pasal. Malaysia juga ubah UUD sesuai bagian. Suatu perubahan UUD adalah keniscayaan karena dinamika bangsa. Tapi yang tak berubah falsafah bangsa itu, tentang Pancasila, NKRI, dan sistem yang disusun bersama," tandasnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya