Kegagalan pemerintah merespon kebutuhan pasar dan kesalahan dalam kebijakan impor sapi dinilai sebagai penyebab kelangkaan daging sapi di pasaran sehingga harganya naik 'selangit'.
"Kebijakan impor yang berubah-ubah membuat pedagang dan pengusaha nakal bisa saja memainkan harga pasar. Kuat dugaan adanya indikasi penimbunan atau penahanan stok yang dilakukan oleh para pengusaha," ujar anggota DPD RI, Nofi Candra, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (14/7).
Menurut legislator asal Sumatera Barat ini, permasalahan kelangkaan daging sapi harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Jika penahanan stok sapi siap potong penyebab permasalahannya, dia meminta polisi bertindak dan mempidanakan pihak-pihak yang terlibat.
"Kalau hal seperti ini yang terjadi, jelas sudah menyalahi UU Perdagangan Nomor 7 Tahun
2014 dan UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan," katanya.
Langkah hukum, katanya, harus tegas diambil oleh kepolisian dan menjadi perhatian serius bagi pemerintah untuk menimbulkan efek jera bagi pelaku. Apalagi Presiden Jokowi sudah menyampaikan adanya indikasi kecurangan tersebut.
"Artinya hal ini sudah menjadi rahasia umum ketika terjadi kelangkaan daging sapi di pasar. Polri harus benar-benar mendalami dugaan tindakan pidana ini," tukasnya.
[dem]