Berita

budiman sudjatmiko/net

Politik

Budiman Sudjatmiko: Tak Ada Salahnya Presiden Jokowi Tiru Mantan Presiden Brazil

RABU, 12 AGUSTUS 2015 | 16:20 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pasca reshuffle kabinet perlu untuk tetap mengawal pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Kabinet Kerja dengan waktu sisa masa jabatan agar fokus kerja pemerintahan tetap bermanfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.

"Bahwa sebagai hak prerogative Presiden, reshuffle kabinet tentu telah melalui pertimbangan yang matang dan jernih, agar program kerja Presiden dapat terlaksana dan pencapaian-pencapaian keberhasilannya terukur dengan baik," kata Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko, Rabu (12/8).

Jelas Budiman, sebagai peristiwa politik rushuffle kabinet adalah satu kesatuan yang utuh dari politik kekuasaan, politik pembangunan, dan politik kenegaraan. Ketiganya saling mempengaruhi menjadi dasar-dasar pengambilan keputusan dan pertimbangan-pertimbangan bagi Presiden dalam menyusun tim kerjanya.


"Sehingga hasil hari ini adalah hasil dari pertimbangan terbaik yang dapat ditempuh oleh Presiden Joko Widodo dalam menjalankan roda pemerintahan kedepan," ungkapnya.

Namun demikian, lanjut Budiman, perlu tetap untuk mengawal dan memastikan kerja-kerja kabinet merupakan kerja-kerja yang saling seirama dan senapas dengan Nawacita sebagaimana telah ditetapkan Presiden sebagai program pembangunan jangka menengah, dengan salah satu diantaranya memberikan masukan dan pertimbangan baik itu bersandar pada ilmu pengetahuan maupun yang disandarkan pada pengalaman-pengalaman.

Dari diskusi Budiman dengan Lula Da Silva (mantan Presiden Brazil), Budiman mengaku mendapatkan hal menarik, bahwa Lula memabagi pemerintahannya dengan tiga kaki. Pertama: tim politik manajerial, mereka adalah menteri-menteri kabinet yang terdiri dari Ex-CEO perusahaan, pengurus partai, pengurus serikat buruh, pengurus serikat tani, dan sebagainya.

Kedua: tim litbang yang menyatu dengan IPEA (Instituto de Pesquisa Econômica Aplicada) lembaga ini akan membantu pemerintah dalam riset ekonomi makro, sektoral dan tematik, hasil penelitian lembaga ini akan sangat membantu pemerintah untuk menghasilkan, menganalisis, menyebarluaskan dan menjabarkan kebijakan publik yang ditempuh pemerintah. Sederhananya hasil penelitian IPEA akan menuntun pemerintah dalam mengambil kebijakan, agar kebijakan pemerintah mengacu pada rekomendasi yang diberikan oleh IPEA. Ketiga: tim gerakan, merupakan lembaga kuasi pemerintah yang paralel bekerja dengan kabinet, untuk memastikan kebijakan-kebijakan yang ditempuh kabinet benar-benar pro rakyat. Pada kaki ketiga ini aktivis gerakan dan relawan yang umumnya tergabung dalam elemen-elemen civil society mendapatkan ruang dalam mengawal jalannya pemerintahan.

Dengan menerapkan pemerintahan tiga kaki ini, lanjut Budiman, Lula dan Dilma penerusnya sekarang, dapat mengotrol kebijakan-kebijakan yang ditempuh oleh menteri tetap senapas dengan visi dan misi Presiden karena dapat diverifikasi secara keilmuan dan kerakyatan.

"Hemat saya, tidak ada salahnya Presiden Joko Widodo menjadikan contoh pemerintahan tiga kaki tersebut sebagai referensi dalam menjalankan roda pemerintahan kedepan," demikian Budiman.

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi melantik menteri baru hasil reshuffle Kabinet Kerja di Istana Negara, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta (Rabu siang, 12/8). Mereka yang dilantik adalah, Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Menteri PPN/Bappenas Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Sebelum mengangkat mereka, terlebih dahulu dibacakan keputusan Presiden memberhentikan dengan hormat, Tedjo Edhy Purdijatno dari Menko Polhukam, Sofyan Djalil dari Menko Perekonomian, Indroyono Soesilo dari Menko Kemaritiman, Andrinof Chaniago dari Menteri PPN/Bappenas, Rachmat Gobel dari Menteri Perdagangan, dan Andi Widjajanto dari Sekretaris Kabinet. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya