Berita

PWNU Bengkulu Bongkar Kejanggalan Muktamar NU

SELASA, 11 AGUSTUS 2015 | 18:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kabar banyak Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) menolak menolak hasil Muktamar ke-33 NU di Jombang bukan isapan jempol. Kali ini giliran PWNU Bengkulu menegaskan sikap penolakan karena alasan banyak kejanggalan dan pelanggaran.

Kepastian mengenai sikap PWNU Bengkulu ini dikatakan Rais Syuriyyah PWNU Bengkulu, KH. Abdul Munir.

"Dari proses registrasi saja kita sudah didzolimi. Penolak ahlul halli wal aqdi (AHWA) didiskriminasi. Saya sendiri mengalami mulai daftar jam 09.30 tidak dilayani sampai pukul 18.30 WIB," katanya kepada wartawan, Selasa (11/8).


Ia juga mempertanyakan adanya proses sidang komisi organisasi khusus syuriyyah dan didominasi pengurus Ansor mulai dari verifikasi peserta sampai forumnya.

"Masing-masing pengurus wilayah Ansor kelihatan sekali mengawal syuriyyah PWNU. Dan itu di bawah kendali langsung Nusron," katanya.

Belum lagi, pada saat verifikasi keikutsertaan komisi tersebut banyak Rois Syuriyyah PCNU yang dihambat untuk ikut dengan berbagai alasan.

"Misalnya Rois Syuriyyah PCNU Lebong, itu kan tidak bisa hadir sehingga diwakilkan ke katib syuriyyah. Itu dipersulit. Hal sama dialami para rais daerah lain, yang menyebabkan kubu penolak ahwa kalah waktu voting yang dipaksakan," ungkapnya.

Kemudian pada saat sidang pleno pemilihan anggota ahwa, lanjut KH. Munir, yang ada sebatas pengumuman 9 anggota ahwa yang diklaim hasil usulan PWNU dan PCNU, bukan pemilihan oleh peserta muktamar.  

Dan saat berada dalam forum tersebut dirinya mendapat perlakuan tidak menyenangkan yakni diapit kiri-kanan oleh 2 orang yang mengawasi dan menempelnya secara ketat. Itu membuat dirinya tidak bisa menyampaikan protes.

KH. Munir menduga Gus Mus tidak bersedia menjadi Rais Am karena merasakan berbagai kejanggalan dan rekayasa muktamar.

"Saya heran kalau ada pihak yang komentar muktamar berjalan dengan baik, sedangkan kenyataannya penuh dengan masalah yang saya alami dan saksikan dengan kasat mata," paparnya.  

Karenanya, PWNU Bengkulu akan turut melakukan upaya hukum untuk membuktikan rekayasa Muktamar. Dijelaskannya, PCNU se-Bengkulu juga memiliki sikap yang sama.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya