Berita

zulkarnaen/net

KPK Tegas Tak Ikut Campur Kasus Bansos Sumut

KAMIS, 06 AGUSTUS 2015 | 12:05 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap akan menyerahkan kasus dugaan korupsi Bantuan Sosial (Bansos), dan Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Provinsi Sumatera Utara tahun 2012-2013 yang diduga melibatkan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho, agar tetap ditangani oleh Kejaksaan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua KPK, Zulkarnain, terkait dengan pernyataan Jaksa Agung HM Prasetyo yang siap membuka pintu bagi KPK untuk bersama-sama menangani kasus tersebut.

"Kan tempus dan locus (waktu dan lokasi) kasusnya berbeda. Meski memang bisa dibilang (kasus bansos) itu anak perkara kasus PTUN," ucap Zulkarnain saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (6/8).


Selain itu, sejak awal kasus ini sudah ditangani oleh Kejaksaan, maka kasus ini akan tetap ditangani oleh Kejaksaan.

"KPK kan yang ditangani perkaranya juga banyak. Ya tidak usah rebutanlah," ucapnya lagi.

Pria yang akrab disapa Zul ini melanjutkan, kasus dugaan korupsi bansos ini sebenarnya juga pernah dilaporkan kepada KPK melalui pengaduan masyarakat (Dumas). Saat itu langsung menindaklanjuti dan memeriksa laporan tersebut. Namun saat itu diketahui bahwa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Medan telah melakukan penanganan di tingkat penyelidikan.

"Karena itu kita biarkan Kejaksaan yang menangani kasus itu," ucap Zul.

Oleh sebab itu, lembaga antirasuah itu berharap agar kasus ini dapat diselesaikan dengan baik dan sebagaimana mestinya.

Terkait adanya fungsi koordinasi supervisi yang memungkinkan KPK mengambil alih kasus dari institusi penegak hukum lain, Zul mengaku hal itu belum diperlukan saat ini. Namun, kemungkinan adanya koordinasi antra KPK dan Kejaksaan.

Koordinasi yang dimaksud bisa berarti pertukaran informasi yang relevan terkait kasus ini, ataupun koordinasi terkait saksi ahli.

"Atau misalkan Kejaksaan harus memeriksa saksi yang sebenarnya orang tersebut adalah tersangka di KPK dan sedang ditahan. Nah dengan koordinasi antar lembaga, hal seperti itu dapat lebih mudah," demikian Zul. [ysa]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Pasar Jaya Minta Maaf soal Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati

Minggu, 29 Maret 2026 | 00:01

BRIN Gandeng UAG University Kolaborasi Perkuat Talenta Peneliti Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:40

Masyarakat Apresiasi Bazar dan Hiburan Rakyat di Monas

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:30

Menata Ulang Skema Konsesi Bandara

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:00

Tak Bisa Asal Gugat, Sengketa Partai Harus Selesai di Internal Dulu

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:41

Peradilan Militer Punya Legitimasi dan Tak Bisa Dipisahkan dari Sistem

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:21

Pasar Murah di Monas, Pemerintah Salurkan Ratusan Ribu Paket Sembako

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:05

Juara Hafalan Al-Quran di Lybia, Pratu Nawawi Terima Kenaikan Pangkat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:41

Rudal Israel Hantam Mobil Pers, Fatima Ftouni Jurnalis Al Mayadeen Gugur

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:37

DPR Optimistis Diplomasi Pemerintah Amankan Kapal Pertamina di Selat Hormuz

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:17

Selengkapnya