Berita

Di Indonesia "Zombie" Kerap Dipakai Politisi

RABU, 05 AGUSTUS 2015 | 17:18 WIB | LAPORAN:

. Istilah Zombie atau mayat hidup kini kerap dipakai para politisi dalam melihat fenomena kebijakan yang terjadi.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol, Yorrys Raweyai menilai, keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang menghidupkan kembali Munas Riau adalah membangkitkan kepengurusan Partai Golkar yang sudah mati. Yorrys mengibaratkan hal tersebut sebagai Zombie alias mayat hidup.

Pengistilahan Zombie juga dilontarkan Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil dalam menilai adanya pasal penghinaan presiden yang kembali dimunculkan dalam usulan rancangan UU KUHP.


Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu menilai pasal penghinaan presiden yang telah dibatalkan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2006 yang kembali diajukan merupakan Zombie.

"Pasal ini sudah dibatalkan MK jadi tak punya kekuatan hukum lagi. Kalau misalnya, ibarat orang sudah mati lalu hidup lagi, pasal Zombie. Kalau dihidupkan lagi ini berpotensi jadi Zombie dan bakal menakutkan. Menurut saya, presiden harus mengurungkan niatnya. Walau sudah masuk dalam usulan agar menarik usulan itu," ungkap Nazir di Gedung Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (5/8).

Nazir menilai, kedepannya pasal tersebut bisa menimbulkan permasalahan baru. Hal ini jugalah yang menjadi alasan MK untuk membatalkan pasal 263 dan 264 tentang penghinaan terhadap kepala negara. Nazir juga mencurigai orang-orang di sekitar presiden yang berinisiatif menghidupkan kembali pasal tersebut.

"Patut dicurigai, sekali lagi patut dicurigai ini inisiatif beberapa orang untuk cari muka sama Jokowi‎. Lewat pasal ini mereka mungkin minta kompensasi. Daripada timbulkan masalah hukum, lebih baik tidak ada," pungkas Nazir.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya