Berita

rmol

LAPORAN DARI TIONGKOK

Harus Ada Usaha Serius agar Lagu Rasa Sayange Tak Lagi Diklaim Malaysia

SENIN, 03 AGUSTUS 2015 | 13:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Lagu Rasa Sayange kembali diklaim Malaysia. Tepatnya dalam acara Pekan Kerjasama Pendidikan Tiongkok-ASEAN ke-8  Malaysia membawakan lagu Rasa Sayange sambil menari di hadapan peserta yang terdiri dari perwakilan 10 ASEAN dan tuan rumah China.‎
‎
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pengkajian Pemberdayaan Pemuda Kemenpora yang memimpin rombongan delegasi Indonesia, Arbi Eko Noerjanto, meminta agar masalah ini tidak kembali dibesarkan. ‎
‎
"Isu ini sudah lama, jadi jangan diangkat lagi. Kita memang kecewa, tapi jangan dibesarkan lagi. Kita cari solusi bersama," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL di Guiyang, Guizhou, Tiongkok (Senin, 3/7).


Berbeda dengan Arbi, perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Anang Sutono lebih keras menanggapi hal ini. Anang yang ikut menyaksikan tarian Rasa Sayange Malaysia itu mengaku kesal dan marah.‎
‎
"Ini sudah kesekian kalinya. Dari sisi marah kita marah. Tapi di satu sisi kita juga lemah," ujar Direktur Bandung Institute of Tourism‎ yang juga ditemui usai acara tersebut.
‎
Menurutnya, Indonesia harus berkaca dari kejadian yang telah berulang-ulang dilakukan pihak Malaysia. Harus ada, lanjutnya, kerja sama antara pemerintah dengan LSM-LSM Indonesia untuk memikirkan proteksi budaya bangsa.

"Semua produk nenek moyang harus kita lindungi bersama, baik oleh pemerintah maupun NGO-NGO. Kita harus bersama-sama menjaga tradisi dan budaya hasil karya cipta nenek moyang, itu tidak sembarangan," ujarnya.

"Harus ada juga soft diplomasi ke Malaysia, agar kejadian ini tidak terulang lagi," tandas Anang.‎ [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya