Berita

ilustrasi/net

Toko Online Tiongkok Jual Barang-barang Asal Rusia

SABTU, 01 AGUSTUS 2015 | 12:55 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

. Kerja sama ekonomi antara Tiongkok dan Rusia sedikit demi sedikit mulai menunjukkan eksistensinya. Saat ini sudah ada dua toko online milik Tiongkok yang siap memasarkan barang-barang milik Rusia.

Situs toko online JD.com itu menawarkan berbagai macam makanan, kosmetik, dan aksesoris kepada konsumen di Tiongkok. Sekitar sembilan persen saham dari JD.com adalah miliader asal Rusia Alisher Usmanov dan Yuri Milner. Pengusaha Rusia itu sejak tahun 2011 sudah berinvestasi di saham internet pengecer Tiongkok sebesar 780 juta dolar AS

Salah satu toko online terbesar di Tiongkok tersebut berharap dapat segera memasarkan semua produk dari Rusia itu sebelum akhir tahun ini. Hal tersebut disampaikan oleh Victor Xu selaku presiden kelompok bisnis internasional JD.com.


"Kami sedang bernegosiasi dengan sejumlah perusahaan Rusia dan produsen yang tertarik," ungkapnya sebagaimana dilamnsir asia.rbth.com.

Lebih lanjut, manajer JD.com juga sudah bertemu dengan para pejabat dari Pemerintah Rusia dan membahas topik perdagangan antara Tiongkok dan Rusia, ujar Xu.

Sebelumnya Tiongkok sudah memiliki pengalaman dalam penjualan eceran barang milik Rusia lewat situs internet. Seperti yang dilaporkan oleh Kommersant pada 17 Juni lalu, Alibaba Group telah bersepakat dengan jaringan toko Rusia ABK untuk penjualan makanan, kosmetik, dan barang-barang lainnya di Tiongkok.

Menurut Direktur Pengembangan Bisnis AliExpress di Rusia dan CIS Mark Zavadksy, ada minat yang besar dengan produk asing berkualitas tinggi di Tiongkok.

"Para produsen Rusia memiliki potensi untuk menempati posisi tengah di antara produksi asal Eropa yang mahal dan produksi asal Tiongkok yang murah," ungkapnya.

Menurutnya, pada awal Agustus akan dimulai kampanye iklan sepuluh produksi asal Rusia di Tmall Global. Dua pasar internet besar Tiongkok sudah kedua kalinya menyanjung produksi asal Rusia.

"ni hal yang jarang bagi ritel kami," ujar konsultan Jos De Vries The Retail Company Irina Bolotova.

Menurutnya, konsumen Tiongkok akan tertarik dengan produksi makanan laut perusahaan mereka. Saat ini, Tiongkok adalah salah satu mesin utama ekonomi global. Negara ini kaya dan mereka menginginkan sesuatu yang baru dan menarik. Bagi mereka, Rusia adalah pilihan yang eksotis.

Menurut Administrasi Umum Bea Cukai Tiongkok, impor produksi Rusia meningkat sebesar 4,9 persen pada angka 41,6 miliar dolar AS. Sementara ekspor Tiongkok ke Rusia tumbuh sekitar 8,2 persen menjadi 53,68 miliar dolar AS. [ysa]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Pasar Jaya Minta Maaf soal Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati

Minggu, 29 Maret 2026 | 00:01

BRIN Gandeng UAG University Kolaborasi Perkuat Talenta Peneliti Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:40

Masyarakat Apresiasi Bazar dan Hiburan Rakyat di Monas

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:30

Menata Ulang Skema Konsesi Bandara

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:00

Tak Bisa Asal Gugat, Sengketa Partai Harus Selesai di Internal Dulu

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:41

Peradilan Militer Punya Legitimasi dan Tak Bisa Dipisahkan dari Sistem

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:21

Pasar Murah di Monas, Pemerintah Salurkan Ratusan Ribu Paket Sembako

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:05

Juara Hafalan Al-Quran di Lybia, Pratu Nawawi Terima Kenaikan Pangkat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:41

Rudal Israel Hantam Mobil Pers, Fatima Ftouni Jurnalis Al Mayadeen Gugur

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:37

DPR Optimistis Diplomasi Pemerintah Amankan Kapal Pertamina di Selat Hormuz

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:17

Selengkapnya