Berita

ilustrasi/net

Ternyata Pencairan Dana KJP Lewat ATM Dimanfaatkan Pedagang untuk Cari Untung

KAMIS, 30 JULI 2015 | 23:13 WIB | LAPORAN:

. Kemarahan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) tentang mahalnya perlengkapan sekolah saat acara Jakbook & Edu Fair 2015 di Senayan kemarin ternyata tidak membuat toko penjual perlengkapan sekolah takut.

Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta), Azas Tigor Nainggolan, menilai kemarahan Ahok tidak bisa mengetuk penjual perlengkapan sekolah untuk tidak meraup untung besar. Bahkan, Tigor menduga hal tersebut merupakan pembangkangan penjual dan pejabat Pemprov terhadap Gubernurnya

"Saya nggak ngerti masih ada saja toko yang jual barang lebih mahal, padahal Ahok sudah mencak-mencak soal barang sekolah yang lebih mahal dari harga pasar. Jadi seperti ada pembangkanggan penjual dan pejabat DKI terhadap gubernurnya," ungkap Tigor saat ditemui di Sekretariat Fakta, Kalimalang, Jakarta Timur, Kamis (30/7)


Tigor menjelaskan, toko yang menjual harga perlengkapan sekolah lebih mahal didapatinya saat berkunjung ke pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Dirinya menerangkan toko perlengkapan sekolah tersebut bisa menerima pembayaran melalui ATM Kartu Jakarta Pintar. Namun harga sebuah perlengkapan sekolah di toko tersebut lebih mahal dari harga di pasaran

"Saya ketawa dan geleng-geleng kepala ngeliatnya, tas yang kami beli Rp 60 sampai 70 ribu di pasar Mangga Dua, disana Rp 250 ribu. Mereknya juga nggak jelas, polo-poloan. Harganya jauh lebih mahal terus mutunya nggak jelas," ujar Tigor menjelaskan penelusurannya

Tigor menambahkan, mekanisme pencairan KJP melalui ATM bisa dimanfaatkan oleh pedagang untuk mengambil untung. "Harusnya bantuan pemerintah dinikmati oleh masyarakat yang kurang mampu, tapi pada pelaksanaannya dinikmati sama orang lain," imbuhnya

Lebih jauh, Tigor mengatakan penggunaan dana KJP yang harus melalui ATM, mempersulit masyarakat. Sebab ATM hanya bisa digunakan di tempat tempat tertentu. Permasalahan lain dari mekanisme tersebut adalah aktifasi pin ATM juga memerlukan waktu lebih dari dua minggu. Padahal, lanjut Tigor masa penggunaan dana melalui ATM hanya satu minggu yakni mulai dari tanggal 27 Juli hingga 3 Agustus 2015.

"KJP berlaku 27 Juli sampai 3 Agustus, sisanya nanti seperti apa, belum lagi masyarakat yang belum aktifasi pin atau salah pin, terus masalah harga yang mahal, itu juga kalau toko geseknya pake Bank DKI, kalau bukan Bank DKI itukan kena biaya administrasi Bank. Jadi kalau dihitung, masyarakat hanya menikmati 60 hingga 70 persen dari hak mereka. Mekanisme seperti ini harus diubah, Ahok harus mengevaluasi mekanisme pencairan KJP ini," tandas Tigor. [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya