Berita

Adik Amrozi: Tangkal ISIS dengan Toleransi Beragama

SELASA, 28 JULI 2015 | 16:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Toleransi antar umat beragama yang dimiliki Indonesia merupakan 'senjata' untuk mencegah dan menangkal penyebaran propaganda paham radikalisme, terutama yang dilakukan oleh militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Demikian disampaikan mantan anggota teroris dari kelompok Moro Islamic Liberation Front/MILF, Ali Fauzi Manzi saat dihubungi wartawan, Selasa (28/7).

Sikap toleransi antar umat beragama yang tinggi membuat di Indonesia tidak ada tindakan-tindakan represif yang dilakukan kepada agama tertentu.


Inilah, sebut Ali Fauzi, yang membuat warga Indonesia justru lebih sedikit yang ikut bergabung dengan ISIS di Suriah dibandingkan dengan negara-negara barat dimana banyak negara yang memperlakukan Islam secara represif. Pendekatan antara umat beragama sangat soft sehingga tidak terjadi gesekan.

"Selain toleransi antar umat beragama, upaya pemerintah Indonesia melalui BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) juga menjadi faktor penting dalam mencegah eksodus WNI ke Suriah. Ini dibuktikan dengan upaya terus menerus yang dilakukan BNPT ke seluruh unsur masyarakat dalam melakukan sosialisasi tentang bahaya radikalisme dan ISIS bagi kehidupan bangsa Indonesia," paparnya.

Menurut dia, hal itu sangat penting karena para pelaku radikalisme, apalagi ISIS menyerang sasarannya melalui ideologi dan agama. Jadi upaya yang dilakukan BNPT dan lembaga-lembaga terkait dalam menanggulangi paham ISIS dengan memperkuat ideologi dan agama di Indonesia sudah tepat.

"Bila ideologi kita yaitu Pancasila dan pemahaman agama, terutama agama Islam semakin kuat, otomatis propaganda-propaganda radikalisme, terutama ISIS, akan mental dengan sendiri," terang adik dari terpidana mati bom Bali Amrozy ini.

Ia mengapresiasi gerak cepat pemerintah Indonesia dalam mengantisipasi WNI yang bepergian ke Turki, terutama yang akan bergabung dengan ISIS. Dalam lima bulan terakhir ini antisipasi yang dilakukan pemerintah sudah cukup bagus dengan ditandai adanya pencegahan WNI yang akan bergabung
dengan ISIS baik yang tertangkap di perbatasan Turki-Suriah atau bandara.

"Yang pasti, upaya itu harus terus ditingkatkan. Ancaman ISIS ini sudah semakin menglobal sehingga harus diimbangi dengan upaya-upaya maksimal dalam setiap pencegahannya," kata dia.

"Intinya jangan pernah kendur, apalagi lengah. Mereka bisa 'menusuk' melalui berbagai cara. Salah satu jalan terbaik ya itu tadi yaitu memperkuat ideologi Pancasila dan memperdalam pengetahuan agama," tukasnya.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya