Berita

ilustrasi/net

Lebih Baik Hambalang Dijadikan Museum Korupsi Nasional

SELASA, 28 JULI 2015 | 05:36 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Rencana Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrowi untuk "melanjutkan" kembali pembangunan Pusat Studi Olahraga Nasional di Hambalang, Jawa Barat seperti mengingatkan kembali terbongkarnya "mega korupsi" di era pemerintahan SBY.

Kasus Hambalang yang menyeret Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Sekretaris Menpora Wafid Muharam, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, anggota DPR seperi Angelina Sondakh dan  Nazaruddin serta Teuku Bagus dari Adhi Karya menjadi skandal yang melibatkan dana luar biasa"dan koneksi politik yang dahsyat.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi menyesalkan langkah Menpora Imam Nachrowi yang akan meneruskan pembangunan pusat olahraga nasional Hambalang.


"Kenapa hasil kajian ilmiah dari ITB dan konsultan profesional tentang tidak layaknya pembangunan gedung di Hambalang karena faktor rentan akan gempa tidak dijadikan rujukan ? Ada apa ini ? Harusnya menteri di era Jokowi tidak mengulangi kesalahan rezim lama," ungkap Ari Junaedi yang menjadi pengasuh mata kuliah Humas Politik di Program S1 UI ini dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 28/7).

Menurut pengajar di Program Pascasarjana di UI dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini, agar nantinya generasi sekarang tidak mengulangi kesalahan masa lalu ada baiknya situs bangunan  Hambalang tidak dilanjutkan pembangunannya.

Menurut Ari, lebih baik Hambalang dijadikan sebagai Museum Korupsi Nasional agar anak-anak sekolah mendapat tujuan wisata edukasi baru. Hal ini lebih bermanfaat daripada dibangun dengan biaya besar lagi dan rentan akan wilayah gempa di Hambalang, yang dikhawatirkan gedung-gedung Hambalang akan roboh.

"Daripada nanti akan menciderai atlet-atlet nasional berbakat, lebih tepat jika Hambalang dijadikan tempat kerja sosial untuk pelaku korupsi," ungkapnya.

"Walau di sistem pemidanaan kita tidak mengenal hal ini kecuali saat adaptasi jelang pembebasan akan bermanfaat jika para terpidana Hambalang dan terpidana korupsi lainnya menjadi petugas di Museum Korupsi Hambalang yang bisa menjelaskan tentang bahayanya korupsi ke pengunjung. Tugas KPK harus kita ringankan dalam pemberantasan korupsi dan bukan malah mengulangi kesalahan rezim lama," demikian Ari Junaedi. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya