Berita

Politik

Prihatin Kondisi NU, Ulama Thoriqoh Dorong Kiai Hasyim

SENIN, 27 JULI 2015 | 16:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ulama thoriqoh NU yang tergabung dalam Jam'iyyah Ahlut Thoriqoh Al-Mu'Tabaroh An-Nahdlyiiyah (JATMAN) pimpinan KH. Habib Luthfi Ali Bin Yahya menyatakan keprihatinan terhadap kondisi NU sekarang, terutama dari sisi aqidah (ideologi), amaliyah (amalan) dan perilaku jam'iyyah (organisasi) ke-NU-an.

Keprihatian tersebut disampaikan Ketua Umum Idaroh Aliyah (Pusat) JATMAN KH. Abdul Mu'thy Nurhadi kepada wartawan Senin (26/7).

"Ini titipan dari Habib Luthfiy. Jamaah NU terbanyak ada di JATMAN. Kalau NU ada apa-apa maka akan terasa sekali oleh kami, termasuk dalam kaca mata batin," ungkapnya.


Menurutnya, sekarang ini NU dikendalikan oleh orang-orang yang kurang bertanggung jawab. Antara lain, tampak dari pemaksaan mekanisme ahlul halli wal aqdi (AHWA) melalui surat edaran bagi peserta muktamar NU. Di situ ada penyebutan nama-nama ulama yang dikatakan sebagai calon anggota AHWA dan pada saat yang sama mendiskreditkan ulama lain secara subyektif. Bahkan suasana Muktamar NU tidak menampakkan ke-NU-annya karena banyak ditumpangi kepentingan, termasuk partai politik tertentu.

"Sampai muncul pertanyaan, ini muktamar NU atau muktamar partai," tegasnya.

Melihat kondisi ini, JATMAN kembali menegaskan mendukung KH. Hasyim Muzadi terpilih sebagai Rois Aam sekaligus mendorong dan wanti-wanti jamaah thaoriqoh yang jadi pengurus NU agar tepat memilih KH. Hasyim.

"Penegasan Habib Luthfiy, tokoh yang yang bisa mengembalikan serta menyelamatkan NU dan punya ilmunya untuk itu adaah KH. Hasyim. Maka wajib hukumnya memilih ke KH. Hasyim," paparnya.

Ditambahkannya, kondisi NU saat ini kalau dibiarkan akan berpengaruh pada kondisi NU ke depan. Karena kalau kondisi sekarang saja begini, bagaimana kondisi NU nanti.

"Semoga mendapat ridho. Semoga KH. Hasyim menjadiRois Am. Kami ulama thariqoh optimis, kita mantap dan berjuang agar tercapai dengan ikhtiar kita dzaahiran (secara lahir) dan baatinan (secara batin). Insyaallah," pungkasnya.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Penempatan Manajer Kopdes Harus Dilakukan Agar Tidak Terjadi Pemborosan APBN

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:24

Industri Alas Kaki Serap 3,8 Juta Pekerja

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:18

SHOW Token Siap Listing di Indodax, Bidik Perluasan Pasar Indonesia

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:14

Indonesia Gandeng Panama Perluas Kerja Sama Ekonomi dan Investasi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:11

Nikita Bier Mundur dari Jabatan Kepala Produk X

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:02

BNBR Jadi Sorotan, Ratusan Juta Saham Diperdagangkan Pagi Ini

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:49

Zulhas Bongkar Fenomena Kepala Daerah Disponsori "Toke"

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:28

Antusiasme Membludak, 128 Ribu Orang Berebut Tiket Upacara HUT Ke-81 RI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:16

Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,29 Persen, DPR Soroti Ketergantungan pada Konsumsi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:13

Kemenag Rilis 40 Buku Digital PAI, Terintegrasi dengan Teknologi AI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:06

Selengkapnya