Berita

Betti Alisjahbana/net

Pansel KPK Cuekin Masukan Masyarakat Kalau Data Tak Lengkap

SELASA, 21 JULI 2015 | 14:48 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Panitia seleksi calon pimpinan KPK mengingatkan masyarakat agar memberi masukan yang bermutu terkait kandidat yang terpilih. Menurut Jurubicara Pansel KPK Betti Alisjahbana beberapa masukan yang masuk tidak disampaikan dengan data yang lengkap.

"Ada masukan yang sifatnya berulang-ulang, dengan nomor telpon yang tidak terdaftar. Kami menghimbau masyarakat untuk tidak mengirimkan masukan seperti ini, karena tidak akan kami perhatikan juga," ujar Betti saat dihubungi, Selasa (21/7).

Betti meminta publik memberi masukan yang bermutu. Terutama bila masukan itu berupa kasus-kasus yang diduga melibatkan capim KPK. Semua masukan dan saran publik ini ditunggu pansel sampai 3 Agustus mendatang. Betti tidak merinci masukan-masukan yang sudah dikirimkan publik.


"Berilah masukan yang bermutu, yaitu masukan yang dilengkapi dengan data pendukung dan dapat diverifikasi," imbuh Betti.

Sementara itu, terkait perkembangan tahapan pansel, kata Betti, saat ini sedang disiapkan proses profile assessment yang akan dilaksanakan pada 27-28 Juli mendatang. Para capim juga harus membuat surat pernyataan sesuai format dari pansel yang menyatakan bersedia mengikuti tahapan rekam jejak.

Selasa 14 Juli 2015 lalu, Pansel KPK mengumumkan hasil tes Tahap II calon pimpinan KPK. Dari 194 capim KPK yang lolos seleksi Tahap I, hanya ada 48 nama yang lolos seleksi Tahap II. Dari jumlah itu diantaranya adalah 7 orang perempuan. Dan adapun komposisi latar belakang mereka yaitu, penegak hukum 9 orang (hakim, jaksa dan polri), akademisi 8 orang, korporasi 6 orang, KPK 5 orang, auditor 4 orang, advokat 3 orang, CSO 3 orang, lembaga negara 4 orang, PNS 3 orang, lain-lain 3 orang. [rus]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Catat 94 Ribu Pejabat Belum Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 10:20

Implementasi PP Tunas Jangan Sekadar Formalitas

Minggu, 29 Maret 2026 | 10:13

Gelombang Aksi “No Kings” Meledak di Seluruh AS, Tuntut Trump Lengser

Minggu, 29 Maret 2026 | 09:25

87 Persen Penyelenggara Negara Sudah Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 09:22

Kejagung Bongkar Praktik Tambang Ilegal Samin Tan

Minggu, 29 Maret 2026 | 09:01

Pramono Upayakan Tak Ada PHK di Tengah Wacana Pembatasan Belanja Pegawai

Minggu, 29 Maret 2026 | 08:46

Pemerintah Wajibkan Platform Digital Patuhi PP Tunas Tanpa Kompromi

Minggu, 29 Maret 2026 | 08:32

Kemenhaj Optimistis Operasional Haji 2026 Sesuai Rencana

Minggu, 29 Maret 2026 | 08:10

WFH Jumat Bisa Ciptakan Life Balance dan Tetap Produktif

Minggu, 29 Maret 2026 | 07:30

Pemprov DKI Dukung Program Presiden soal Hunian Layak Warga Rel

Minggu, 29 Maret 2026 | 07:15

Selengkapnya