Berita

Eric Garner/net

Dunia

Tewas Saat Ditangkap Polisi AS, Keluarga Eric Garner Diganjar 5,9 USD

SELASA, 14 JULI 2015 | 12:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

New York memberikan dana senilai 5,9 juta dolar AS kepada keluarga Eric Garner yang meninggal akibat mendapat kekerasan saat penangkapan.

Penangkapan Garner sendiri diketahui terjadi pada 17 Juli lalu di luar sebuah toko di Staten Island. Ia ditangkap karena diduga menjual rokok tak berpajak.

Dalam sebuah video amatir yang diambil saat kejadian, penangkapan Garner diwarnai dengan kekerasan. Garner sempat berdebat dengan polisi dan menolak untuk diborgol. Salah seorang petugas polisi kemudian memegang bagian leher Garner hingga tampak seperti mencekik agar ia tidak bisa berkutik.


Namun Garner yang memiliki asma kemudian berteriak "Aku tidak bisa bernafas". Kalimat itulah yang kemudian dijadikan slogan bagi warga yang protes atas kematian Garner.

Garner sendiri segera dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Kematian Garner kemudian menjadi salah satu dari sejumlah kasus kontroversial di negeri paman Sam di mana orang kulit hitam tak bersenjata tewas oleh polisi berkulit putih.

Menyusul kematian Garner, pihak keluarga kemudian mengajukan gugatan terhadap pengadilan New York. Mereka menuntut 75 juta dolar AS atas kematian Garner.

Namun pada Senin (13/7), New York hanya memutuskan untuk membayar 5,9 juta dolar AS kepada keluarga Garner.

Putusan itu dibuat menyusul investigasi kantor pemeriksa medis yang menemukan bahwa kematian Garner adalah pembunuhan dan disebabkan oleh kompresi dada dan posisi rentan selama pengekangan fisik oleh polisi. Demikian seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya