Berita

ilustrasi/net

Ekspedisi Arkeologi Maritim Indonesia Akan Temukan Kapal Flor de La Mar

SABTU, 11 JULI 2015 | 23:01 WIB | LAPORAN:

. Ekspedisi Arkeologi Maritim Indonesia untuk memetakan kapal-kapal karam di dasar laut Indonesia akan segera dilaksanakan.

Ekspedisi ini digagas dalam pertemuan silaturahmi pada saat berbuka puasa yang dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Ade Supandi, Direktur Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dr. Sudirman Saad, Direktur Indonesia Maritime Institute (IMI) Dr. Y. Paonganan, dan arkeolog Dr. Ali Akbar yang juga merupakan dosen Arkeologi Maritim di Universitas Indonesia (UI).

Pada kesempatan-kesempatan sebelumnya, Sudirman Saad menekankan pihaknya telah memerintahkan agar melakukan survei nasional untuk seluruh benda muatan kapal tenggelam (BMKT). Untuk itu, pihaknya membuka kerja sama dengan pihak-pihak yang sejalan.


Ali Akbar menyatakan bahwa Ekspedisi Arkeologi Maritim Indonesia dirancang untuk memetakan lokasi kapal karam di seluruh Indonesia. Menurutnya, letak Indonesia yang menjadi perlintasan laut sejak dahulu kala tidak semuanya sukses dilayari karena berbagai sebab.

Cukup banyak kapal tenggelam misalnya kapal Portugis, Belanda, dan Cina dari periode tahun 1500-1800 yang diperkirakan mencapai 400 kapal yang tenggelam di perairan Indonesia. Jumlah tersebut dapat mencapai angka yang lebih besar jika dihitung juga periode sebelum dan sesudahnya.

Untuk tahap awal, pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait dan pemerintah daerah. Selanjutnya, perairan akan dibagi menjadi beberapa wilayah survei.

Wilayah yang akan disurvei terlebih dahulu adalah di sekitar Pulau Sumatera bagian utara mengingat banyaknya pencari harta karun yang juga mengincar muatan kapal-kapal yang diduga karam di wilayah ini. Selat Malaka sejak dulu merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Salah satu kapal yang paling menjadi incaran para adalah Flor de la Mar atau Flower of the Sea.

Flor de la Mar adalah kapal yang paling dicari karena pada saat tenggelam tahun 1511 memuat harta benda yang diboyong Portugis setelah menaklukkan Kerajaan Malaka. Pada saat berlayar menuju Portugis, kapal ini diperkirakan diterjang badai di sekitar Aceh dan sejak itu tidak pernah terlacak lagi keberadaannya.

Ekspedisi Arkeologi Maritim Indonesia penekanannya adalah menghasilkan pengetahuan dan mendata potensi kemaritiman Indonesia berbasis muatan dan kapal karam. Hasil ekspedisi ini akan disampaikan kepada pemerintah untuk kemudian mengambil tindakan misalnya pengangkatan, pariwisata, perlindungan wilayah laut, dan sebagainya. Rencana Ekspedisi Arkeologi Maritim Indonesia ini kerjasama antara FIB UI, KP3K KKP (BMKT), TNI AL dan Indonesia Maritime Institute (IMI). [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya