Berita

Fadel Muhammad/net

Wawancara

WAWANCARA

Fadel Muhammad: Sesuai Kontrak Dengan DPR, Pemerintah Gagal Mencapai Target Bidang Ekonomi

JUMAT, 10 JULI 2015 | 10:26 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dini­lai telah gagal mencapai target pembangunan ekonomi.

"Dari angka-angka yang diper­oleh DPR, pemerintah tidak mencapai target pembangunan," kata Ketua Komisi XI DPR, Fadel Muhammad kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, Rabu (8/7).

Fadel menyebutkan, pertum­buhan ekonomi Indonesia se­mester 1 pada 2015 hanya 4,9 persen dan semester 2 diperkira­kan hanya 5,2 persen.


Mandeknya pertumbuhan ekonomi, lanjutnya, selain pen­garuh eksternal, juga ada pen­garuh internal, yaitu penataan nomenklatur kementerian yang berpengaruh terhadap kecepatan belanja pemerintah.

"Padahal pemerintah adalah pembelanja yang cukup signifi­kan dan besar perannya dalam menggerakkan ekonomi," pa­parnya.

Berikut kutipan selengkapnya:


Apa dasar Anda menya­takan pembangunan ekonomi sudah gagal?

Pembangunan ekonomi itu kan ada dua, yakni aspek makro dan mikro.

Dalam aspek makro pada 2015 diputuskan, APBNP kon­trak antara pemerintah dengan parlemen. Pemerintah harus memenuhi kontrak tersebut.

Apa isi kontraknya?

Kita menyebut dalam kontrak pertumbuhan ekonomi harus 5,7 persen.

Faktanya bagaimana?
Faktanya mulai semester terakhir 2014 sampai semester pertama 2015 tidak mencapai 5 persen pertumbuhan ekonominya. Selain itu banyak target yang tidak tercapai.

Apa saja itu?
Ada 4 target pembangunan da­lam kontrak parmamen dengan pemerintah DPR untuk 2015. Pertama, kita putuskan tingkat kemiskinan. Tingkat kemiski­nan diputuskan 10,3 persen. Artinya DPR berharap pemerin­tah mampu menekan laju tingkat kemiskinan maksimumnya ting­gal 10,3 persen. Saat ini kan masih lebih tinggi sekitar 10,5 persen.

Kedua, mengenai lapangan pekerjaan, kita membuat 5,8 persen pengangguran. Faktanya jauh lebih besar bahkan menca­pai 7 persen.

Ketiga, perbandingan orang kaya dan miskin di semua daerah di Indonesia, kita putuskan 2016 hanya 0,4 persen. Sekarang menurut data yang ada malah 0,43 persen. Artinya tidak turun sama sekali

Keempat, indeks pembangunan manusia kita perkirakan sekitar 69,4 persen, ternyata sampai sekarag menurut data BPS belum mencapai angka itu. Ini sulit tercapai 100 persen.

Ini artinya pemerintah tidak mencapai target pembangunan.

Apa yang harus dilakukan Pemerintah Jokowi-JK?
Kalau pemerintah di negara-negara maju tidak mencapai target pembangunan, maka akan ada konsekuensi logis antara parlemen dengan pemerintah.

Apa reshuffle kabibet di bidang ekonomi perlu dilaku­kan?
Ya. Dengan tidak tercapainya target pembangunan, maka perlu reshuffle tim ekonominya.

Tim ekonomi belepotan kerjanya?
Kita tidak mengerti kerjanya bagaimana, tapi fakta berbicara bahwa pemerintah seolah tidak terpola dan terstruktur, maka perlu dirombak tim ekonomi.

Menteri seperti apa yang bisa menggenjot pembangu­nan?
Mereka harus profesional dengan memenuhi target-target pembangunan itu, bukan sema­ta-mata melakukan blusukan-blusukan.

Tapi bekerja dengan suatu pola dan target tertentu, itu lah yang kami harapkan.

O ya, apa benar kurs dolar AS terhadap rupiah akan naik usai Lebaran?
Itu bisa saja terjadi. Tapi kami sebelumnya sudah memutuskan dolar sampai 2016 tidak boleh lebih dari Rp 13.400. Kalau dolar mencapai Rp 14.000, maka itu limit batas psikologis. Ini membahayakan ekonomi kita. ***

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya