Berita

Hukum

KPK Akhirnya Jemput Paksa Bupati Morotai

RABU, 08 JULI 2015 | 16:26 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menjemput paksa Bupati Morotai Rusli Sibua. Mengenakan kemeja warna biru dan celana jeans, Rusli tiba di gedung KPK sekitar pukul 13.30 WIB dengan pengawalan sejumlah petugas.

Hingga saat ini belum ada pernyataan dari KPK atau dari kuasa hukum Rusli terkait dijemput penjemputan paksa tersebut.

Sebelumnya, Rusli sudah dua kali mangkir dari panggilan KPK, yaitu tanggal 2 Juli dan 7 Juli 2015. Namun, Minggu lalu (5/7) ia menggelar jumpa pers dengan pengacaranya.


Selasa kemarin (7/7) kuasa hukum Rusli mendatangi KPK untuk mengantarkan surat alasan Rusli mangkir dari panggilan KPK. Dalam surat tersebut, Rusli mengaku tidak pernah menyuap hakim dalam sengketa Pilkada Morotai di Mahkamah Konstitusi (MK).

Selain itu, Rusli juga meminta KPK tidak memanggilnya dahulu sebelum sidang gugatan praperadilan penetapan tersangka yang Rusli dan kuasa hukumnya ajukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan rampung.

Dalam Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang ditetapkan 25 Juni 2015, Rusli diduga melanggar pasal 6 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagimana diubah Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHPidana.

Dalam Pilkada Morotai, Rusli berpasangan dengan Weni R Paraisu menggugat KPU Kabupate Pulau Morotai. Dalam persidangan tersebut, MK mengabulkan gugatan Rusli-Weni. [zul]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya