Berita

Ini Kata Pimpinan KPK Soal Teror Bom di Rumah Penyidik

SENIN, 06 JULI 2015 | 16:31 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum dapat memastikan apakah teror bom yang menimpa penyidik KPK  Kompol Purn Julian Miftah di Jalan Angrek Blok A, Kelurahan Jaka Mulya, Bekasi Selatan ada hubungannya dengan kasus penyidikan yang sedang ditangani.

Wakil Ketua KPK sementara, Johan Budi SP mengaku, masih menunggu hasil pengusutan kepolisian.

"Akan dicari tahu dulu motifnya apa. Sebelum kita melakukan tindakan lanjutan," kata dia saat dikonfirmasi, Senin (6/7).


Penyidik KPK itu sebelumnya sudah melaporkan kejadian teror bom itu ke Kepolisian baru-baru ini. Karenanya, menurut Johan, KPK masih akan menunggu kepolisian untuk mengathui motif terror yang dialamtkan kepada penyidik KPK itu.

"Sejauh ini belum bisa dikaitkan dengan kasus tertentu. Kita tunggu dulu motifnya apa," ujar mantan juru bicara KPK itu.

Sebelumnya, rumah tinggal salah satu penyidik KPK menerima kiriman benda yang mencurigakan. Benda yan diduga bom tersebut terbungkus kotak dilapisi dengan lakban hitam dengan rangkaian kabel, dan diletakkan di depan gerbang rumah. [sam]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya