Berita

ilustrasi/net

Diduga Ada Permainan di Balik Draft Misterius RUU BI

SELASA, 30 JUNI 2015 | 23:23 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Setiap anggota DPR RI memang punya hak mengusulkan UU. Dengan haknya itu, anggota DPR dapat membuat sebatas konsep pribadi untuk diusulkan ke pihak berkepentingan.

"Tapi itupun ada aturan dan prosedurnya. Tak bisa menyebarluaskan draft itu tanpa tahu tujuannya apa dan isinya apa. Kalau simpang siur, kesannya ada permainan. Makanya soal draft misteris RUU Bank Indonesia ini harus diperjelas," kata peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, beberapa waktu lalu (Selasa, 30/6).

Beredarnya draft misterius RUU Bank Indonesia di kalangan anggota Komisi XI DPR RI membuat Lucius Karus geleng-geleng kepala. Sebab, bila saja itu draft pribadi, namun terlihat dipaksakan menjadi bagian dari pembahasan resmi di DPR RI, tambah Lucius.


Baginya, terkait draft RUU Bank Indonesia itu menjadi penting karena ada protes dari sejumlah anggota Komisi XI DPR. Apalagi, kemungkinannya sangat kuat bahwa draf RUU itu sebenarnya berasal dari Institusi Bank Indonesia sendiri. Terlebih Baleg DPR RI saja sudah pernah menolak keinginan Pemerintah membuat draft RUU itu, dan memilih Komisi XI DPR membuat drafnya.

"Kalau benar draft itu dari BI, berarti ada permainan. Berarti ada sesuatu yang sedang diperjuangkan baik oleh BI atau oknum DPR. Mereka pasti akan berusaha tak mengatakan yang sesunguhnya, dari mana draft itu datang," beber Lucius.

"Jangan-jangan bisa saja benar BI punya kepentingan sehingga menggunakan cara  mengedarkan draft melalui pimpinan Komisi XI. Mungkin supaya mungkin anggota DPR lain tepancing dan ikut," tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi XI DPR, Fadel Muhammad, mengakui, draft RUU Bank Indonesia yang ada di tangan anggota komisi dan sempat memicu protes tersebut, berasal dari para pimpinan komisi.

"Itu draft dari pimpinan. Kami membuat draft supaya ada pegangan," kata Fadel, Senin (29/6).

Fadel membantah bila draft tersebut merupakan draf titipan dari pejabat BI. Dalam benak Fadel, ia dibolehkan menyiapkan draft RUU untuk diserahkan dan dibahas anggota.

"Itu boleh saja. Saya kan Ketua Komisi XI DPR. Bisa, dong," tandas Fadel.

Padahal, sejumlah anggota Komisi XI DPR RI mengaku dikejutkan dengan munculnya sebuah draf RUU Bank Indonesia yang sampai ke tangan mereka tanpa pernah dibahas serta disepakati sebelumnya. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya