Berita

kuansing/net

Politik

KPK Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kuansing

SABTU, 27 JUNI 2015 | 00:30 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)diminta dapat menindaklanjuti laporan dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau.

Lembaga anti rasuah diminta turun langsung menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi.

Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Suluh Kuansing Nerdi Wantomes mengatakan, dirinya telah melaporkan dugaan korupsi ke KPK pada 1 Juni 2015. Bahkan, beberapa hari berikutnya juga melaporkan dugaan korupsi tersebut ke Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung. Namun, belum ada tindak lanjut laporan sampai saat ini.


"Kami meminta KPK, Bareskrim dan Kejagung segera menindaklanjuti laporan," katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat malam (26/6).

Menurut Nerdi, diduga ada pemborosan anggaran yang terjadi di pembangunan Tiga Pilar Kuansing pada APBD 2014. Pertama, terkait pembangunan pasar tradisional berbasis modern dengan anggaran senilai kurang lebih Rp 44 miliar.

Proyek pembangunan kedua adalah hotel mewah senilai Rp 47 miliar. Anehnya, pembangunan hotel tersebut justru dilakukan di dekat area pusat pemerintahan dan bukan di dekat lokasi wisata.

Sementara pada proyek ketiga adalah pembangunan Universitas Islam senilai Rp 51 miliar. Pada 2015, anggaran ditambah masing-masing untuk pasar Rp 5 miliar, hotel Rp 8 miliar dan universitas Rp 23 miliar. Ketiga proyek itu sampai saat ini belum selesai.

"Kontrak awal dilakukan tahun 2014, dan karena belum selesai tahun 2015 dilanjutkan lagi. Nah ini ada apa," tegas Nerdi. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya