Berita

din syamsudin

Din: Muhammadiyah dan MUI Tolak Revisi UU KPK

JUMAT, 26 JUNI 2015 | 05:01 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi selama ini belum maksimal. Karena itu, segala upaya untuk melemahkah KPK harus ditolak.

Demikian disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin saat mengisi tausiah berbuka puasa di kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis petang (25/6).

"Jelas, KPK bukan malaikat. Mereka masih banyak kekurangan, banyak kelemahan, dan saya termasuk yang mengkritisi bahwa pemberantasan korupsi itu belum maksimal dan optimal," ungkap Din, yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ini.


"Apalagi karena korupsi masih merajarela di luar ranah eksekutif, legislatif dan yudikatif, maka pikiran dan rencana tuk merevisi UU KPK itu, menurut hemat saya, berada pada pikiran yang berseberangan dengan keinginan kita tuk memperkuat KPK,” tambahnya.
 
Din menilai, kalau kewenangan penyadapan dipersempat dan penuntutan dicabut melalui revisi UU, KPK menjadi mandul. Justru, KPK harus semakin diperkuat disebabkan korupsi sudah diluar akal sehat.

"Penyadapan dan penuntutan, jika itu ditanggalkan, maka enggak ada namanya KPK lagi. Dia akan menjadi macan ompong, akan mandul. Kalau begitu dibubarkan saja asalkan sudah ada lembaga yang kredibel untuk memberantas korupsi," imbuhnya.

Karena itu, atas nama Muhammadiyah dan MUI, Din menolak revisi RUU KPK, apalagi untuk mengurangi kewenangan KPK. "Justru harus diperkuat. Oleh karena itu sebaiknya kita berpikir untuk memperkuat, karena korupsi ini semakin menggila dan menggurita," tandasnya. [zul]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya