Berita

Golkar Bela Usaha Kecil Menengah Lewat RUU Penjaminan

KAMIS, 25 JUNI 2015 | 16:36 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Selain mengesahkan RUU Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) sebagai inisiatif DPR RI, Rapat Paripurna DPR hari ini juga memutuskan untuk mengesahkan RUU tentang Penjaminan.

‎RUU Penjaminan itu sendiri diusulkan oleh Fraksi Partai Golkar, dibahas di Badan Legislatif DPR, untuk kemudian disepakati oleh semua fraksi untuk disahkan di rapat paripurna menjadi usulan semua anggota dewan.

‎Juru Bicara Fraksi Partai Golkar, M.Misbakhun, menjelaskan, pihaknya menginisiasi RUU Penjaminan karena merasa pentingnya membuat aturan demi memberikan perlindungan kepada usaha mikro kecil, menengah dan koperasi (UMKMK). Selain itu, negara harus memberdayakan UMKMK yang terbukti ampuh pernah menyelamatkan perekonomian nasional saat krisis 1998.

‎"Saat ini di Indonesia terdapat kurang lebih 58 juta unit UMKMK. Sektor tersebut mampu menyerap 97,3 persen  tenaga kerja di Indonesia dan menyumbang 59,08 PDB nasional. Akan tetapi besarnya kontribusi UMKMK tersebut belum diimbangi dengan dukungan yang optimal dari lembaga-lembaga keuangan," jelas Misbakhun.

‎Fakta di lapangan menunjukan bahwa UMKMK masih kesulitan untuk mengakses  pembiayaan dari perbankan karena keterbatasan aspek legal formal yang selalu jadi persyaratan pokok. ‎Akibatnya, rasio penyaluran kredit UMKMK terhadap total kredit di Indonesia hanya mencapai 18,7 persen. Posisi per per 31 Desember 2014 menunjukkan, dari total kredit nasional sebesar Rp 3.779 triliun, yang mengalir ke UMKMK hanya sebesar Rp 707 triliun.

‎Kata Misbakhun, sudah saatnya Negara mengakhiri ketimpangan tersebut dengan memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi UMKMK. Bagi Negara, melindungi UMKMK seharusnya merupakan kepentingan strategis mengingat kelompok itu merupakan usaha yang padat karya dan berbasis sumberdaya lokal.

‎"Dan itu mercerminkan prinsip-prinsip dasar perekonomian nasional yang sejalan dengan Pasal 33 ayat 4 UUD 1945. Yakni bahwa perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional," demikian Misbakhun. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya