Berita

Hukum

Anggota DPRD Muba Jalani Pemeriksaan di KPK

KAMIS, 25 JUNI 2015 | 12:19 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan anggota DPRD Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dari Fraksi Gerindra, Adam Munandar. Adam menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dugaan kasus suap terkait pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBDP) Kabupaten Muba.
 
Ini merupakan pemeriksaan perdana Adam sebagai tersangka setelah ia bersama ketiga koleganya tertangkap basah menerima dana sebesar Rp 2,6 miliar pada Jumat (19/6) lalu di rumah salah satu anggota DPRD Muba lainnya.

"Pemeriksaan kali ini untuk mengetahui dana ini berasal dari mana saja. Karena uang suap merupakan duit patungan beberapa Kepala Dinas di kabupaten Musi Banyuasin," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/6).


Sekitar pukul 10.40 WIB, Adam merampungkan pemeriksaannya oleh KPK. Mantan politisi Partai Gerindra tersebut sudah mengenakan rompi tahanan KPK warna oranye saat keluar dari ruang penyidik. Ia langsung buru-buru masuk ke dalam mobil tahanan untuk dibawa ke rutan Guntur POM AD.

"Kami memperoleh informasi kemarin pemberian yang kedua, tapi sebelumnya sudah pernah ada sekitar Januari atau Februari dan dari informasi yang didapat KPK itu lebih dari Rp10 miliar, di bawah Rp20 miliar," kata Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi SP, beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, penyidik sampai hari ini masih terus akan mencari keterlibatan banyak pihak, termasuk Bupati Muba Pahri Azhari, dalam kasus tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Muba dari Fraksi PDI Perjuangan, Bambang Karyanto, dan rekannya sesama anggota Komisi III dari Fraksi Partai Gerindra Adam Munandar sebagai terduga penerima suap .
 
Selain itu, KPK juga menetapkan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Syamsudin Fei dan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Faisyar sebagai tersangka terduga pemberi suap kepada dua anggota DPRD Musi Banyuasin dimaksud.[wid]
 

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya