Berita

ilustrasi/net

Bisnis

Impor Kapal Bikin Industri Galangan Kapal Mati Suri

RABU, 24 JUNI 2015 | 10:22 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Industri Kapal Indonesia (Persero) mendukung langkah pemerintah yang melarang pembelian kapal impor. Lang­kah ini dinilai bisa menghidup­kan industri galangan kapal yang mati suri.

Komisaris Utama Industri Kapal Indonesia Soerjono mengatakan, larangan impor kapal bisa diberlakukan un­tuk kapal yang sudah mampu dibuat di dalam negeri.

"Operator kapal swasta juga diharapkan mau membangun kapal baru di dalam negeri, dan jangan membandingkannya dengan harga kapal be­kas," ujarnya saat berbincang dengan Rakyat Merdeka, ke­marin.


Menurut dia, seharusnya tidak perlu dipertentangkan antara kebutuhan memenuhi sarana transportasi laut da­lam waktu cepat dan murah dengan kemandirian bangsa dalam membangun industri perkapalan nasional di masa datang.

Apalagi, kata dia, pemerin­tah sudah menjadikan daerah Batam, Bintan dan Karimun sebagai tempat khusus industri galangan kapal. Kawasan ini diharapkan bisa bersaing un­tuk merebut pasar global.

Terkait permintaan pengu­saha galangan kapal untuk menghapuskan Pajak Pertam­bahan Nilai (PPN) impor kom­ponen, Soerjono mengatakan, sebaiknya fasilitas tersebut, diberikan untuk komponen-komponen yang sudah mau­pun yang bisa diproduksi dalam negeri.

"Fasilitas (penghapusan PPN komponen) tidak boleh mendistorsi pengembangan industri komponen di dalam negeri," jelas Direktur Alat Transportasi Darat Kemente­rian Perindustrian itu.

Yang lebih penting disini, sambung Soerjono adalah kesetaraan perlakuan antara industri dan perdagangan kapal. Menurutnya, peluang operator kapal untuk membeli kapal dari luar negeri dan membeli dari dalam negeri harus sama.

"Selama ini tidak seimbang. Jangan harap ada pengembangan industri perkapalan da­lam negeri," warning dia.

Dengan rencana pemerintah menjadikan Indonesia se­bagai poros maritim dunia, seharusnya bisa menjadikan peningkatan order ke galangan kapal dalam negeri. Tapi berdasarkan pengalaman, keg­iatan asaz cabotage ternyata kebutuhannya masih dipenuhi dari kapal impor dan bekas.

Ia juga menyayangkan, hingga kini galangan kapal dalam negeri masih diang­gap mahal, kualitas jelek dan penyerahannya lambat. Na­mun, tidak ada niatan untuk memperbaikinya dengan tidak memberikan order lagi.

"Begitu jelek langsung di­vonis tidak perlu order lagi, sedangkan di negara lain jus­tru diberi peluang lagi sehingga makin lama makin berkualitas," tukasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi berencana melarang impor kapal. Pemerintah akan mem­prioritaskan pengadaan kapal dari dalam negeri. Langkah ini untuk mendorong industri galangan kapal lokal. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya