Berita

Hendri Satrio: Pencalonan Jenderal Gatot sebagai Panglima TNI Murni Pikiran Rasional Jokowi

RABU, 24 JUNI 2015 | 08:01 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tentara Nasional Indonesia (TNI) seharusnya tetap di ranah yang netral dan tidak diseret ke wilayah politik praktis. Upaya menyeret dan melibatkan TNI dalam pertarungan politik entar elit akan sangat merugikan dan membahayakan keutuhan bangsa dan negara.

Demikian diingatkan peneliti dari Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik (KedaiKopi), Hendri Satrio, menyikapi wacana yang berkembang mengenai pemilihan Panglima TNI baru untuk menggantikan Jenderal Moeldoko.

Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu mengirimkan nama Jenderal Gatot Nurmantyo yang saat ini menduduki posisi Kepala Staf TNI Angkatan Darat ke DPR RI sebagai calon tunggal Panglima TNI.


Banyak yang menilai, penunjukan KASAD sebagai Panglima TNI tidak tepat dan menyalahi tradisi yang dikembangkan pasca reformasi untuk menggilir jabatan Panglima TNI di antara matra yang ada.

Juga ada dugaan bahwa penunjukan Gatot Nurmantyo itu bagian dari manuver politik kubu Susilo Bambang Yudhoyono, mengingat Gatot menjadi KASAD di era SBY dan memiliki hubungan yang sangat baik dengan SBY.

"Keberadaan dan posisi netral TNI harus dihormati oleh setiap insan negeri ini termasuk penguasa," ujar Hendri Satrio yang juga dosen komunikasi politik Universitas Paramadina Jakarta.

Di sisi lain dia mengingatkan bahwa Presiden RI memiliki hak prerogatif.

"Saya yakin ini murni pertimbangan rasional Presiden tanpa pengaruh pertimbangan politik (pihak lain)," demikian Hendri Satrio. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya