Berita

ilustrasi

KORUPSI DI MUBA

Suap Rp 2,5 Miliar Ternyata Transaksi Kedua, Sebelumnya Sudah Diserahkan Rp 17 Miliar

RABU, 24 JUNI 2015 | 03:33 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Transaksi suap senilai Rp 2,5 miliar yang berujung penangkapan pada Jumat (19/6) pekan lalu, ternyata bukan transaksi pertama yang diserahkan kepada anggota DPRD Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

"Kami memperoleh informasi kalau pemberian yang Jumat kemarin itu transaksi yang kedua setelah sebelumnya pada bulan Januari ada transaksi sebesar Rp 17 miliar," ujar Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi SP kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Selasa (23/6).

Sejumlah keterangan yang didapat dari para tersangka, Johan mengatakan uang suap yang diterima anggota DPRD Muba merupakan hasil patungan sejumlah pengusaha dan pejabat teras Pemkab Muba. Oleh karenanya, kata Johan, penyidik akan mendalami siapa saja dan untuk kepentingan apa mereka melakukan patungan itu.


Ditanya adanya keterlibatan anggota DPRD Muba selain dua orang yang sudah ditahan dan berstatus tersangka, Johan tidak menampiknya. Pasalnya, uang sogokan tersebut ditujukan untuk sebagaian besar anggota DPRD untuk merivisi kembali APBD, sehingga tak mungkin hanya untuk satu dua anggota dewan.[dem]


Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya