Berita

Bisnis

PELAMBATAN EKONOMI

Sofyan Djalil Paling Jago Kambinghitamkan Faktor Luar Negeri

SENIN, 22 JUNI 2015 | 19:40 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Sikap Menko Perekonomian Sofyan Djalil yang menyalahkan Bank Central AS (The Fed) di balik terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dinilai hanya bentuk pengkambinghitaman.

Penilaian itu disampaikan dosen Universitas Indonesia yang juga mantan  penasihat Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Ronnie Higuchi Rusli dalam akun twittenya, @Ronnie_Rusli.

"Menko Perekonomian menyalahkan The Fed Rp 13300/US$ padahal kekuasaan eksekutif koordinasi inter kementerian ada ditangannya. Kalau menyalahkan kantor The Fed maka lulusan SMK juga bisa menjawab bahwa rupiah melemah karena The Fed, padahal rate belum naik," kata dia.


Awal tahun lalu digagas kebijakan reformasi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Tapi buktinya, hingga sekarang belum ada tanda-tanda kebijakan itu berdampak positif membuat nilai tukar rupiah perkasa.

Menurut Ronnie, saat ini nilai tukar anjlok ke Rp 13300 karena impor di luar Migas masih tinggi.

"Kemana Menko Perekonomian? Kenapa tidak tanya Menperdag? Kalau Migas sudah dihapus subsidinya, Menko Perekonomian harus bisa menjawab lemahnya rupiah sudah bukan lagi faktor impor BBM," papar Ronnie.

Atas sikap Sofyan yang demikian, wajar bila Presiden Jokowi berang. Sofyan menyalahkan faktor luar negeri padahal dirinya membawahi koordinasi antar kementerian.

Menurut Ronnie, lemahnya koordinasi Menko Perekonomian karena keahliannya bukan ekonomi makro, tetapi corporate law.

"Tidak mengherankan sebentar lagi kurs Rp/US$ jadi 14000 dan Menko Perekonomian Sofyan Djalil akan menyalahkan The Fed," tukasnya.[dem]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Kejagung Pede Hadapi Febrie di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:27

Gebrakan PAM Jaya Tekan Kebocoran Air Diapresiasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:19

FEB UNJ Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Bali Lewat Pengabdian Masyarakat

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Danantara Investasi Rp44 Triliun di JBS Group

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Anggota PWI Jakbar Laporkan Oknum Polisi ke Propam Polda Metro, Ini Sebabnya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:47

Bawaslu Campus Connect Jadi Solusi Tantangan Digital di Pemilu

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:28

Publik Curiga UGM Melindungi Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:17

Febrie Adriansyah Siap Buka-bukaan di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:02

Gedung Bapenda DKI Kebakaran

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:32

Pemerintah Diultimatum 15 Hari Terbitkan PP Cukai MBDK

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:13

Selengkapnya