Berita

joko widodo dan megawati/net

John McBeth: Ekonomi Indonesia Semakin Terpuruk

SENIN, 22 JUNI 2015 | 13:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketiadaan rasa percaya diri di tubuh pemerintahan Joko Widodo dinilai sebagai faktor yang membuat perekonomian nasional bergerak dari buruk menjadi lebih buruk. Volume ekspor menurun begitu juga dengan konsumsi domestik. Hal ini memperdalam kelesuan ekonomi.

Demikian ulasan analis Australian Strategic Policy Institute, John McBeth, dalam kolomnya yang terbit hari ini.

Dalam tulisan berjudul "The Indonesia Economy: Dangers Ahead" itu McBeth yang memiliki pengalaman menstudi negara-negara di kawasan Asia Tenggara selama lebih dari 40 tahun itu mengatakan, kritik yang disampaikan Jokowi terhadap lembaga-lembaga keuangan internasional dalam Konferensi Asia Afrika menjadi penyebab mengapa investor asing tidak tertarik menanamkan modal di Indonesia.


Bila awalnya di ujung pemerintahan SBY pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan berada pada angka 5,8 persen, kini Bank Dunia dan bahkan pemerintah Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan beada pada kisaran 5,2 hingga 5,3 persen.

Sementara International Monetary Fund (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada pada kisara 4,7 persen, merujuk pada kondisi pada kuarter pertama tahun ini.

Lembaga-lembaga keuangan internasional, menurut McBeth, juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di bawah 5 persen. Goldman Sachs memperkirakan 4,9 persen, sementara JP Morgan memperkirakan pertumbuhan Indonesia akan kandas di angka 4,4 persen.

Perekonomian Indonesia diperburuk oleh penuruan harga komoditas dipicu permintaan China yang berkurang. Di bulan Mei, volume ekspor Indonesia turun 15,2 persen dibanding bulan yang sama di tahun lalu. Angka ini nyaris dua kali dari penurunan ekspor di bulan April.

"Bulan madu politik Widodo lebih pendek dari yang diharapkan karena perpecahananya dengan pemimpin PDIP Megawati Soekarnoputri. Juga karena ketidakmampuannya menghentikan konflik di KPK," tulis McBeth. [dem]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Kejagung Pede Hadapi Febrie di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:27

Gebrakan PAM Jaya Tekan Kebocoran Air Diapresiasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:19

FEB UNJ Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Bali Lewat Pengabdian Masyarakat

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Danantara Investasi Rp44 Triliun di JBS Group

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Anggota PWI Jakbar Laporkan Oknum Polisi ke Propam Polda Metro, Ini Sebabnya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:47

Bawaslu Campus Connect Jadi Solusi Tantangan Digital di Pemilu

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:28

Publik Curiga UGM Melindungi Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:17

Febrie Adriansyah Siap Buka-bukaan di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:02

Gedung Bapenda DKI Kebakaran

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:32

Pemerintah Diultimatum 15 Hari Terbitkan PP Cukai MBDK

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:13

Selengkapnya