Berita

Bukti KPK Amankan Kasus SBY

MINGGU, 21 JUNI 2015 | 15:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Penolakan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Jero Wacik dalam sidang Sutan Bhatoegana dipertanyakan.

Politisi yang juga aktivis Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Gade Pasek Suardika menengarai keengganan KPK itu untuk menutup sejumlah kasus yang disebut-sebut menyeret Susilo Bambang Yudhoyono muncul dalam persidangan.

"Patut diduga terkooptasi-nya KPK karena takut gratifikasi golf akan muncul di persidangan. Ayo jawab, selain untuk melindungi kasus gratifikasi golf, kasus PT Rekin vs Timas atau kasus mafia migas, apa lagi?" ujar Pasek dalam akun twitter miliknya, @G_paseksuardika.


Bagi Pasek, keengganan KPK menghadirkan Jero Wacik yang tahu banyak mengenai kasus-kasus tersebut sebagai upaya penegakan hukum yang membingungkan.

"Ada yang ditarget secara sadis, sementara ada yang dilindungi dengan manis," imbuh dia.

Senator asal Bali ini juga mempertanyakan sikap diam Indonesia Corruption Watch (ICW).

Biasanya, ICW bersuara lantang, tetapi untuk kasus tebang pilih KPK ini, terutama terkait dengan urusan-urusan SBY dan keluarga, mereka diam seribu bahasa.

Kalau ICW menilai revisi UU KPK sebagai cara sistematis melemahkan KPK, Pasek pun menantang LSM tempat Emerson Yuntho cs itu beraktivitas untuk menjawab kenapa lembaga anti rasuah tidak mau menghadirkan Jero Wacik dalam persidangan.

"Kalau ini cara sistematis melemahkan kejahatannya siapa ya?" sindirinya.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya