Berita

Misteri Akun Twitter Jokowi

MINGGU, 21 JUNI 2015 | 12:28 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Sahur keempat di bulan suci Ramadhan 1436 H, Presiden Joko Widodo bikin kejutan. Jokowi meluncurkan akun Twitter, @jokowi. Akun ini sudah diverifikasi Twitter.

Baru ada satu twit di dalam akun itu yang dirilis sekitar delapan jam lalu, yang bunyinya:

"Alhamdulillah bisa sahur bersama keluarga. Selamat berpuasa saudaraku semua. Ini tweet pertama saya sebagai presiden. -Jkw"


Untuk sementara twit itu sudah dipantulkan 5.995 kali dan difavoritkan oleh 2.843 akun.

Saat tulisan ini diunggah, akun @jokowi sudah diikuti 2,89 juta akunn dan mengikuti 49 akun. Ke-49 akun yang diikuti akun @jokowi adalah akun milik sejumlah menteri dan kementerian. Juga akun @irianajokowi yang disebut sebagai akun pribadi Ibu Negara Hj. Iriana Joko Widodo walaupun tidak diverifikasi Twitter.

Dari tampilan di halaman muka akun @jokowi dapat dipastikan bahwa akun ini adalah milik pihak lain yang kemudian diakuisisi oleh Jokowi atau pihak-pihak yang kini mengendalikan akun @jokowi ini. Tertulis di bawah foto profil @jokowi bahwa pengelola aku ini bergabung pada September 2011.

Kejutan pertama dari Jokowi soal akun Twitter datang di penghujung Januari lalu, ketika Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto secara resmi mengumumkan bahwa akun Twitter @jokowi_do2 yang selama ini dikira fan dan pendukung juga kalangan media dan masyarakat luas ternyata bukanlah akun milik Jokowi. Selain akun Twitter itu, Andi Widjajanto juga mengatakan bahwa akun Facebook yang selama ini dianggap milik Jokowi pun ternyata bukan miliknya.

Padahal kedua akun itu juga telah mendapatkan verifikasi dari Twitter dan Facebook. Status verified itulah yang membuat publik secara luas percaya bahwa sebuah akun adalah milik pribadi tokoh tertentu.

Ketika Andi Widjajanto mengumumkan kematian” akun @jokowi_do2, akun itu sudah diikuti 2,66 juta akun.

Bersama dengan akun Jokowi di Facebook, akun Twitter @jokowi_d02 selama masa kampanye pemilihan presiden yang lalu secara aktif melakukan penggalangan dana untuk mendukung kampanye mereka. Pada 28 Mei 2014 akun @jokowi_do2 mengumumkan rekening khusus yang mereka gunakan untuk menggalang donasi dari masyarakat. Disebutkan, rekening itu atas nama Joko Widodo/Jusuf Kalla, Bank BRI Kantor Cabang Mall Ambasador, Jakarta.

Selain itu, menurut laporan Viva.Co.Id, ada dua rekening lagi yang digunakan tim kampanye Jokowi dan JK untuk mengumpulkan dana publik. yaitu rekening Bank Mandiri dengan nomor 070-00-0909096-5 atas nama Joko Widodo/Jusuf Kalla, dan rekening Bank BCA dengan nomor  5015.500015 atas nama Joko Widodo/Jusuf Kalla.

Jumlah dana yang dikumpulkan ketiga rekening ini fantastis dan bisa disebut sebuah rekor baru dalam sejarah politik Indonesia, yakni lebih dari Rp 147 miliar pada 5 Juli 2014.

Sejauh ini tidak ada penjelasan mengenai penggalangan dana yang dilakukan akun jokowi_do2. Sekab Andi Widjajanto hanya mengatakan bahwa selagi keberadaan akun itu dan akun-akun lain yang membawa nama Jokowi dalam pilpres dirasa tidak merugikan, maka keberadaan akun-akun itu tidak perlu diramaikan.

Tetapi persoalan ini tidak bisa dipandang sepele, sesepele saat kita membuka akun Twitter dengan nama apapun.

Penggalangan dana itu tentu ada kaitannya dengan aturan hukum yang berlaku bagi seorang pejabat publik.

Seorang pejabat publik tidak dibenarkan menggalang dana untuk tujuan pribadi. Melakukan hal ini sama artinya dengan gratifikasi.

Kalau diperhatikan, akun jokowi_do2 mengumumkan rekening yang digunakan untuk penggalangan dana pilpres pada tanggal 28 Mei 2014.

Saat akun jokowi_do2 mengumumkan penggunaan rekening penggalangan dana itu, Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, dan baru nonaktif pada 1 Juni 2014.

Kalau Jokowi mengetahui aktivitas akun Twitter jokowi_do2 menggalang dana di saat dirinya masih menduduki posisi publik, apakah Jokowi dapat disebut telah melakukan gratifikasi?

Dan, kalau Jokowi mengetahui aktivitas akun jokowi_do2 itu, yang artinya itu adalah gratifikasi, apakah hal ini memiliki kaitan dengan apa yang sedang terjadi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini.

Wallahualam bisawab. Inilah antara lain misteri akun Twitter (yang mengatasnamakan) Jokowi. [***]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya