Berita

presiden sukarno/net

HAUL BUNG KARNO

Dari Seruan Melupakan Pertikaian, Sampai Pancasila yang Masih Mengawang

SABTU, 20 JUNI 2015 | 22:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sejumlah tokoh menyampaikan pandangan mereka mengenai situasi kebangsaan yang sedang terjadi di Indonesia pada peringatan haul Bung Karno di kediaman Rachmawati Soekarnoputri, Sabtu malam (20/6).

Lily Chodijah Wahid, misalnya, mengajak semua elemen melupakan pertikaian politik yang terjadi. Mantan anggota Komisi I DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan dirinya prihatin menyaksikan pertikaian demi pertikaian yang tidak berujung pada perbaikan nasib bangsa.

"Selama kita masih cakar-cakaran, kita tidak akan maju kemana-mana," ujar Lily Wahid yang mrupakan adik Presiden Abdurrahman Wahid itu.


Sementara anggota DPD RI Poppy Dharsono, mengajak semua elemen membantu, menata dan menyusun kembali semangat nasionalisme yang terlihat semakin rapuh.

"Sekarang semangat kebangsaan kita terpecah-belah," katanya.

Tokoh lain yang juga menyampaikan pandangannya dalam kegiatan itu adalah mantan Rektor Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Bambang Widodo Umar.

Bambang mengatakan, para praktiknya bangsa ini masih belum bisa membumikan nilai-nilai Pancasila.

"Bahkan Pancasila masih seperti terbang di awang-awang. Ini terjadi karena kita masih menjiplak teori barat, dan akhirnya kita seperti hidup dalam mimpi," demikian Bambang Widodo Umar.

Mantan Ketua Umum Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) Otto Hasibuan mengatakan, Pancasila memiliki kekuatan yang luar biasa sebagai faktor yang bisa menyatukan bangsa Indonesia. Itu sebabnya, ujar Otto, jangan sampai bangsa Indonesia melupakan falsafah ini.

Dia juga mengatakan, beberapa waktu lalu pengacara dari Malaysia yang bertemu dengannya bertanya bagaimana caranya agar Malaysia bisa memiliki falsafah seperti Pancasila.

"Mereka merasa Pancasila lah yang menjadi pemersatu kita. Karena itu sudah sepantasnya kita di Indonesia mempertahankan Pancasila," demikian Otto. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya