Berita

ilustrasi/net

Dunia

Festival Makan Daging Anjing "Yulin" Warisan Kuno Tiongkok?

JUMAT, 19 JUNI 2015 | 12:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Aktivis penyayang bintang seluruh dunia saat ini tengah menyoroti rencana penyelenggaraan festival makan daging anjing yang akan digelar di Yulin, Guangxi Zhuang Tiongkok pada akhir pekan ini (Minggu, 21/6). Festival tersebut kerap dikenal dengan sebutan "Yulin Festival".

Festival tahunan itu mendapat pertentangan dan kecaman, utamanya dari penyayang binatang. Hal itu terlihat dari jutaan orang yang ikut memberikan suaranya pada petisi yang dibuat di Change.org. Petisi itu menuntut agar festival tersebut dibatalkan.

Bukan hanya itu, Yulin Festival juga menjadi bahan pembicaraan di kalangan masyarakat umum, utamanya di media sosial.


Lantas, apa sebenarnya Yulin Festival itu dan mengapa mendapat banyak kecaman?

Merujuk pada artikel yang dimuat CNN pada (Jumat, 19/6), Yulin Festival merupakan hari di mana sekitar 10 ribu anjing dan sejumlah peliharaan lain seperti kucing disembelih untuk kemudian disajikan sebagai makanan.

Yulin Festival sering diasumsikan sebagai tradisi China kuno. Padahal, asumsi tersebut tidak sepenuhnya benar. Festival semacam itu sendiri baru pertama kali diluncurkan pada tahun 2009 lalu untuk merayakan titik balik matahari pada musim panas.

Sementara itu, merujuk pada catatan masa lalu, konsumsi daging anjing sendiri memiliki latar belakang bersejarah di negeri tirai bambu. Pada puncaknya, yakni pada masa Dinasti Han (206 SM-220), daging anjing banyak dikonsumsi dan dinilai sebagai kudapan yang lezat.

Namun hal itu berupah pada masa Dinasti Sui-Tang (581-907 M). Pada masa itu, makan daging anjing merupakan sesuatu yang dilarang dan dinilai sebagai tindakan yang tidak senonoh.

Pada dinasti selanjutnya, anjing bahkan dihargai sebagai pembantu manusia dan teman berburu. Sehingga memakan daging anjing merupakan hal yang dinilai tidak etis.

Kemudian pada abad ke-21, konsumsi daging anjing menghadapi kritik yang kuat di Tiongkok. Pasalnya, ekspansi selama tiga dekade telah melahirkan tentara yang tumbuh sebagai pencinta hewan dan masyarakat yang hiduo dengan hewan peliharaan.

Masyarakat perkotaan modern saat ini pun melihat anjing sebagai hewan pendamping untuk menyamanan dan menganggapnya sebagai bagian dari keluarga, dan bukan lagi sebagai makanan.  

Menurut kelompok riset Euromonitor, dari perkiraan 130 juta anjing di Tiongkok saat ini, setidaknya 27 juta di antaranya adalah hewan peliharaan perkotaan.

Dalam catatan media, sejumlah restoran yang terkenal akan konsumsi daging anjing dan satwa liar di Tiongkok telah banyak yang tidak beroperasi. Demikian juga dengan aksi pembantaian anjing di pinggiran Beijing yang telah lama menghilang.

Kemudian pada tahun 2011, pemerintah daerah telah menutup festival serupa Yulin Festival, yakni Jinghua Festival.

Karena itulah, tak heran bila Yulin Festival yang masih dipertahankan saat ini kebanjiran kecaman. Karena selain tidak berakar sejarah, festival semacam itu juga dinilai tidak etis, karena melibatkan hewan yang memiliki ikatan erat dengan masyarakat Tiongkok modern saat ini. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya