Berita

Sepp Blatter/net

Bola Bagus

Blatter Sewa Lawyer Andal

Kasus Korupsi FIFA
JUMAT, 19 JUNI 2015 | 09:15 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Presiden FIFA Sepp Blatter, telah menyewa pengacara andal asal Amerika Serikat untuk mewakilinya setelah penyelidikan terhadap skandal kasus korupsi dan suap yang mengguncang tubuh organisasi tersebut terus berlanjut. Demikian dinyatakan sumber yang dekat dengan Blatter.
 
Blatter baru-baru ini mendapatkan jasa Richard Cullen, kepala Firma Hukum McGuireWoods dan mantan jaksa penuntut fed­eral di Amerika Serikat, demikian menurut sumber yang berbicara kepada Reuters dan namanya tidak mau disebutkan.

Cullen saat dikonfirmasi ke­marin pagi WIB tidak bersedia memberikan komentar. Sekadar catatan Blatter mengundurkan diri sebagai presiden FIFA pada 2 Juni lalu, hanya berselang em­pat hari setelah ia terpilih kem­bali sebagai presiden. Keputusan ini diambil di tengah-tengah skandal terbesar dalam dunia sepak bola yang sedang menimpa FIFA yang menyebabkan para petinggi FIFA ditangkap.


Penuntut Amerika Serikat tidak menuduh Blatter melakukan kes­alahan. Blatter juga mendapatkan Lorenz Erni, seorang pengacara ternama di Zurich, demikian dinyatakan sumber yang sama. Erni menolak untuk memberikan komen­tar kepada Reuters.

Selain Blatter, Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke, juga menda­patkan pengacara ternama Barry Berke -- seorang mitra di Kramer Levin Naftalis & Frankel.

Jaksa penuntut percaya bahwa Valcke terlibat dalam transaksi 10 juta Dolar ASatau Rp 132 miliar yang digunakan untuk mengamankan status Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010. Namun, ia tidak dituduh secara resmi melakukan kesalahan apapun.

Pekan lalu, Valcke mengata­kan bahwa tindakannya mem­berikan tanda tangan terhadap aliran uang Rp 132 miliar bukan merupakan kesalahan. Ia juga mengatakan bahwa tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya merupakan "hal gila."

Belum bisa dijelaskan apakah alasan di balik keputusan Blatter menyewa pengacara handal terkait dengan peningkatan pengawasan dari otoritas Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam tersebut, sangat lumrah jika seseorang yang berstatus sebagai saksi meminta nasihat hukum untuk melindungi hak-hak mereka.

Pada Selasa (16/6), Jaksa Agung Swiss mengatakan bahwa para penuntut Swiss, tempat markas besar FIFA berada, telah mengi­dentifikasi 53 transaksi bank yang mencurigakan. Mereka juga bisa meminta agar Blatter dan Valcke memberikan keterangan.

Cullen sendiri memiliki keter­ikatan kuat dengan Direktur FBI, James Comey, yang melaku­kan penyelidikan terkait FIFA. Comey pernah menjadi jaksa penuntut federal di Richmond, Virginia, tempat Cullen berbasis. Comey juga pernah bekerja se­bagai mitra di McGuireWoods.

Sebagai pengacara, Cullen sering menangani kasus yang melibatkan pejabat pemerintah yang terlibat dalam penyelidikan kasus kriminal tingkat tinggi.

Cullen pernah memiliki klien Tom DeLay, seorang politisi partai Republik asal Texas dan man­tan anggota parlemen Amerika Serikat ketika adanya dugaan ko­rupsi terhadap pelobi Washington, Jack Abramoff.

Klien lain adalah Ken Melson, yang dipaksa untuk meninggalkan jabatannya sebagai direktur pelaksana Biro Alkohol, Tembakau, Senjata, dan juga Peledak Amerika Serikat (ATF). ***

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya