Berita

misbakhun

Misbakhun: Terobosan Menkeu Tepat, Saran Chatib Basri Sebuah Kemunduran!

KAMIS, 18 JUNI 2015 | 18:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Saran atau permintaan mantan Menteri Keuangan Chatib Basri agar pemerintah tidak mudah mengumbar fasilitas insentif untuk meningkatkan daya tarik investasi dinilai sebagai sebuah kemunduran.

Mengingat situasi global dan persoalan yang dihadapi pemerintah saat ini berbeda dengan zaman Chatib menjabat sebagai Menteri Keuangan.

"Pemerintah saat ini tengah menghadapi situasi mendesak yang membutuhkan terobosan dan keberanian untuk menarik investasi masuk ke Indonesia," tegas tegas anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta (Kamis, 18/6).


Misbhakun justru menilai program Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dengan mengeluarkan tax allowance dan tax holiday adalah dua terobosan yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam upaya mencapai pertumbuhan berkualitas.

"Yakni pertumbuhan ekonomi yang secara signifikan memperbesar ketersediaan lapangan pekerjaan dan menurunkan angka kemiskinan," sambungnya.

Lebih jauh, Misbakhun justru mengkritik kepemimpinan Chatib Basri saat jadi Menkeu. Menurut dia, Chatib adalah seorang menteri yang tidak berani mengambil terobosan dan keputusan-keputusan penting berkaitan dengan investasi.

"Implikasinya, persoalan menjadi serba stagnan," cetus politikus Partai Golkar ini.

Sementara menanggapi tidak terpenuhinya target penerimaan pajak karena fasilitas pajak yang diberikan pemerintah, Misbakhun melihat hal ini bukan persoalan utama. Menurutnya, tax allowance dalam jangka pendek memang berdampak pada berkurangnya penerimaan pajak.
Namun dalam jangka panjang, penerimaan pajak akan meningkat seiring berubahnya iklim investasi yang lebih bergairah sehingga mendorong pertumbuhan industri nasional.

"Bila ini tercapai, tentu target pertumbuhan ekonomi yang berkualitas bukan lagi sekadar cita-cita,"  demikian Sekretaris Panja Penerimaan Negara ini. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya