Berita

tau

Politik

Ruki: KPK Masih Layak, 15 Praperadilan Cuma 3 yang Kalah

KAMIS, 18 JUNI 2015 | 12:09 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Hingga tahun 2015 hanya ada 15 tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengajukan pra peradilan. Dari jumlah itu, hanya tiga tersangka yang gugatannya dimenangkan oleh pengadilan, selebihnya kalah.

Begitu jawaban pelaksana tugas (Plt) Ketua KPK Taufiequrachman Ruki mengenai pengajuan praperadilan tersangka korupsi yang membuat KPK selalu kalah. Pernyataan itu ia sampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 18/6).

"Sampe tahun 2015 cuma ada 15 permohonan pra peradilan. Cuma ada 3 pemohon yang dikabulkan, sementara yang 12 ditolak. Ini bukti KPK sudah bekerja secara proper (layak)," ujarnya.


Ia menjelaskan bahwa dari ketiga praperadilan yang dimenangkan oleh tersangka, semuanya memiliki motif yang berbeda.

"Kasus Budi Gunawan, pra peradilan memutuskan bahwa tindakan pidana yang dituduhkan kepada BG dibatalkan. Alasannya, ketika ditetapkan tersangka, BG bukan penyelenggara negara karena belum kepala biro SDM. Maka bukan ‎hal itu bukan kewenangan KPK," sambungnya.

Sementara untuk kasus ‎ ‎untuk kasus mantan wali kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin‎, Ruki mengaku terjadi kesalahpahaman di KPK.

‎"Ada keraguan di pihak kami. Ini pengadilan akan menguji barang bukti atau menguji keberadaan bukti. Karena kami sudah punya alat bukti, maka kami serahkan surat penyidikan baru," lanjut Ruki.

‎Sedangkan dalam kasus Dirjen Pajak Hadi Purnomo, pengadilan menyebut bahwa penyelidik dan penyidik KPK, secara administrasi tidak memiliki status sebagai penyelidik dan penyidik.‎ Dalam hal ini, lanjut Ruki, KPK bereaksi karena mempertanyakan kasus serupa yang dilakukan sejak 2005.

"Kami bereaksi, kalau penyidik dan penyelidikan tidak sah, terus gimana nasibnya yang dilaksanakan sejak 2005," tandasnya.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya