Berita

Politik

Berlebihan Pimpinan KPK Pecat Karyawan yang Kritis

SELASA, 16 JUNI 2015 | 11:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sejumlah pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terancam dipecat setelah mengkritik pimpinan lembaga antirasuah itu dengan mengirimkan tiga karangan bunga pada awal Mei lalu.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani menilai bahwa sanksi pemecatan adalah sanksi yang berlebihan. Jika itu dilakukan, maka akan muncul opini bahwa KPK tidak bisa menerima kritik dari internal.

"Kalau benar, hanya karena mengirim karangan bunga terus pegawai KPK mendapat tindakan disipliner yang keras, bahkan ancaman pemecatan, maka itu agak berlebihan," ungkap Arsul saat dihubungi di Jakarta (Selasa, 16/6).


Pimpinan KPK, lanjut Arsul, seharusnya mengambil hikmah dari kritik tersebut. Artinya, ada aspek yang perlu diperbaiki dari penyelenggaraan pemberantasan korupsi selama ini.

"Ini menunjukkan bahwa perlu ada perbaikan komunikasi internal. Karena itu langkahnya lebih baik dengan memperbaiki sistem dan mekanisme komunikasi internal," tegas wasekjen DPP PPP kubu Romi itu.

Ia menyarankan agar kritik itu ditindaklanjuti dengan mengadakan pertemuan terbuka antara pegawai KPK dengan pimpinannya.

"Jajaran KPK diberi kesempatan menyampaikan pandangan-pandangan kritisnya terhadap keadaan-keadaan yang saat ini melingkupi KPK," tandasnya.[wid]

"Ada yang bilang kalau naik ke eselon II‎ ketemu saya. Kalau ketemu saya dia langsung turun ke 0," katanya.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya