Berita

Abdul Kadir Karding/net

Fenomena Negatif Bangsa Ini Muncul karena Pengamalan Pancasila Minim

SABTU, 13 JUNI 2015 | 23:33 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Persoalan yang dihadapi bangsa saat ini sangat beragam dan semakin aneh. Persoalan yang paling besar adalah makin tergerusnya pemahaman dan pengamalan Pancasila sebagai nilai luhur bangsa.

Indikasinya, antara lain semakin pudar sifat kegotongroyongan, sopan santun, dan justru yang muncul saat ini adalah yang aneh-aneh. Seperti paham radikalisme ISIS yang makin mewabah. Kemudian fenomema kriminal mengkhawatirkan yang makin marak terjadi.  Teranyar adalah peristiwa pembunuhan Angeline, seorang anak perempuan yang masih berusia 8 tahun di Bali.

Semua fenomena-fenomena negatif tersebut dikarenakan bangsa ini minim dengan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai luhur bangsa.


Hal itu sebagaimana disampaikan Ketua Fraksi PKB untuk MPR RI Abdul Kadir Karding saat membuka secara resmi Seminar Kebangsaan FPKB MPR RI dengan tema "Memperkokoh Nilai-nilai Kebangsaan untuk Mengembalikan Keutuhan Jati Diri Bangsa di Era Globalisasi" yang digelar di Ballroom Mercure Hotel Ancol, Jakarta, Sabtu (13/6 ).

"Untuk menghadapi fenomena-fenomena negatif tersebut bangsa ini perlu memaksimalkan aksi nyata membumikan dan memunculkan kembali nilai-nilai luhur bangsa, yakni Pancasila," ujarnya.

Sementara Nahdlatul Ulama (NU) sebagai orang tua kandung PKB, lanjutnya, sudah menetapkan sikap bahwa Pancasila dan NKRI adalah final harga mati. Semua sudah diputuskan NU dalam berbagai muktamar dari awal sampai akhir.

"PKB sebagai anak kandung NU tentu saja menentukan sikap juga bahwa Pancasila dan NKRI final dan harga mati. Kalau dibelah dada kami, maka ada darah Pancasila, darah negara," tegasnya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya