Berita

ilustrasi/net

Ternyata Anak Buah Aher Jadi Tersangka Korupsi Pembangunan Jabodetabekjur

JUMAT, 12 JUNI 2015 | 18:14 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Kepala Biro Organisasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Asep Sukarno tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Kejaksaan Agung.

Asep sedianya diperiksa terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan dana hibah pada Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur (Jabodetabekjur) tahun 2013.

"Yang bersangkutan tidak hadir memenuhi panggilan penyidik tanpa keterangan," ujar Kapuspenkum Kejagung Tony T. Spontana dalam keterangan pers yang disebarluaskan ke media, Jumat (12/6).


Tony mengatakan tim penyidik akan mengagendakan kembali jadwal pemeriksaan terhadap Asep.

Yang mengejutkan, Tony dalam keterangannya mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap Asep hari ini sedianya dilakukan dalam kapasitasnya sebagai tersangka, bukan sebagai saksi. Begitu juga dengan pemeriksaan yang akan dijadwalkan nanti.

Lah, kapan Asep ditetapkan sebagai tersangka? Penelusuran di media berbasis internet, tidak ada satu pun pemberitaan mengenai hal itu. Termasuk soal pasal tuduhan dan ancaman hukuman pidana yang disangkakan Kejagung terhadap Asep.

Dalam rilisnya Tony menjelaskan Asep Sukarno telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana hibah pada BKSP Jabodetabekjur. Dana hibah ini berasal dari APBD tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Tindakan korupsi yang menjerat Asep terjadi saat dirinya menjabat Sekretaris BKSP Jabodetabekjur pada tahun 2013.
        
"Tersangka melakukan penyimpangan dalam mengelola dana hibah dan membuat kegiatan dan laporan kegiatan fiktif serta pemotongan dana APBD tersebut," terang Tony.[dem]
 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya