. Kantor DPP Partai Golkar di Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat diserang sekelompok orang tak dikenal awal pekan ini. Dalam kasus ini, DPP Golkar versi Munas Bali dituding sebagai pihak penyerang.
Sekjen DPP Golkar Munas Bali Idrus Marham membantah tuduhan itu. Ia juga memastikan bahwa pesan singkat (sms) yang beredar dan menyebutkan kubu Bali sebagai pelaku adalah fitnah.
"Tidak mungkin kubu Bali yang melakukan penyerangan itu, termasuk yang ada dalam SMS yang beredar bahwa kami akan menyerang kantor DPP di Slipi. Itu sama sekali tidak benar," ujarnya dalam konferensi pers di ruang fraksi Golkar di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta (Kamis, 11/6).
Idrus memastikan, kubu Aburizal Bakrie tidak mungkin melakukan aksi premanisme. Pasalnya, kubu Ical sudah berkomitmen akan berseteru politik secara elegan dan tidak mungkin melakukan cara-cara di luar yang digariskan Partai Golkar.
"Kami memiliki komitmen untuk melaksanakan politik secara elegan dan profesional. Dan kami tak ingin melakukan hal-hal yang tidak pernah digariskan oleh partai dan merusak citra partai," tandasnya.
[sam]