Berita

Fuad Amin Taruh Miliaran Rupiah Hasil Korupsi di Rekening Pesuruh

KAMIS, 11 JUNI 2015 | 15:12 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Mantan Bupati Bangkalan, Jawa Timur, Fuad Amin Imron membuka rekening di sejumlah bank atas nama pesuruhnya, Achmad Muddar Makki. Rekening diduga digunakan untuk menampung dan menyamarkan hasil korupsi dan pencucian uang yang dilakukan oleh Fuad.

"Saya ini pesuruh di rumah beliau. Sebelumnya hanya kenal beliau waktu bangun masjid saya jadi kuli," ujar Achmad dalam kesaksiannya di persidangan yang digelar oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (11/6).

Achmad mengaku walaupun rekening bank atas nama dirinya, namun seluruh transaksi keluar masuk dana sepenuhnya dikuasai oleh Fuad. Achmad mengaku hanya patuh ketika Kartu Tanda Penduduk (KTP) miliknya diminta Fuad untuk keperluan membuka rekening.


Fuad memerintahkan Achmad untuk membuka rekening di bank BNI, BCA, BTN, dan BRI. Selain itu, rekening pribadi milik Achmad di Bank Mandiri juga dikuasai Fuad.

"Yang di Mandiri itu rekening saya. Uang saya ambil lalu itu diteruskan. Kalau yang lain memang disuruh (Fuad)," ujar Achmad saat mengklarifikasi pertanyaan jaksa soal pembuatan lima rekening miliknya.

Achmad mengaku dalam persidangan tidak mengetahui pasti besaran jumlah dana yang ada di lima rekening atas nama dirinya.

Achmad bahkan tidak tahu dari dan lari ke mana aliran dana tersebut lantaran buku rekening dan kartu ATM dikuasai oleh Fuad.

"Saya serahkan ke beliau," pasrah Achmad.

Berdasarkan berkas dakwaan jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dana yang tersebar di rekening milik Achmad memiliki nominal saldo yang beragam.

Terhitung jumlah saldo akhir di Mandiri berjumlah Rp 262,8 juta, BCA Rp 40,8 juta, BTN Rp 1,041 miliar, BNI Rp 1,129 miliar.[dem]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya