Berita

Politik

Inggrid Kansil: Hukum Berat Pembunuh Angelina!

RABU, 10 JUNI 2015 | 22:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Pihak kepolisian diminta untuk mengusut tuntas kasus Angelina, bocah berumur delapan tahun yang ditemukan tewas secara tidak wajar terkubur dekat kandang ayam di belakang rumahnya di Jalan Sedap Malam, Nomor 26, Denpasar, Bali.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Majelis Taklim Al Fatimah Inggrid Kansil saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Rabu (10/6).

Menurut Inggrid, kematian Angelina sungguh memperhatikan, karena setalah dicari-cari ternyata ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dan dikubur dalam tanah.


"Dari awal menghilangnya Angelina sudah ada kecurigaan yang tidak wajar, jadi perlu diusut tuntas," katanya.

Menurut mantan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat ini, pelaku kematian Angelina harus diberi sangsi yang berat. Dengan begitu diharapkan ada efek jera sehingga tidak terulang kembali kekerasan terhadap anak.

Disebutkan Ketua Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia ini, kasus terhadap anak terus meningkat belakangan ini. Berdasarkan data KPAI pada tahun 2014, sebanyak 3700 kasus anak terjadi pada setiap tahunnya. Bahkan dalam survei lanjutan yang dilakukan KPAI di 9 Provinsi terungkap bahwa pelaku kekerasan terhadap anak dilakukan tertinggi pertama oleh orang tua, teman dan tenaga pendidik.

"Artinya lingkungan anak yang seharusnya memberikan rasa aman bagi anak, menjadi faktor yang paling retan melakukan kekerasan pada anak. Dasar terjadinya kekerasan pada anak kiranya dapat menjadi pertimbangan bagi Negara dalam memberikan perlindungan bagi anak secara serius. Anak seharusnya tidak lagi menjadi warga Negara kelas dua, yang hak yan terabaikan dan diwujudkan hanya bila diminta," tukas Inggrid, isteri anggota  DPR RI yang juga mantan Menteri Koperasi dan UKM era pemerintahan SBY, Syarif Hasan.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya