Berita

Vincenzo Montella/net

Bola Bagus

Montella Korban Arogansi Si Ungu

Dihentikan Tidak Hormat
RABU, 10 JUNI 2015 | 10:38 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Fiorentina membuat heboh jagad persepakbolaan Italia setelah secara resmi memecat Vincenzo Montella sebagai pelatih pada Senin (8/6) waktu setempat.

Presiden Fiorentina, Andrea Della menjelaskan, klub mengirim surat PHK kepada Montella lantaran sikapnya yang tidak hormat terhadap klub dan menciptakan ketidakpercayaan.

Pelatih berusia 40 tahun ini di­anggap Della tidak berkomitmen untuk meneruskan memajukan Fiorentina. Padahal di tangan mantan bomber AS Roma itu, La Viola sukses finish di posisi keempat dalam dua musim berturut-turut di Serie A dan runner-up Copa Italia 2014.


Bagaimanapun juga tidak ada yang bisa melawan arogansi kebi­jakan klub untuk memecat Montella, yang telah bertugas sejak 2012.

Montella dianggap berprestasi di La Viola sehingga petinggi klub menawarkan kontrak baru untuk Montella, yang tinggal tersisa satu tahun lagi. Namun lambatnya jawaban yang diberikan Montella membuat klub memutuskan men­girim surat PHK padanya.

"Fiorentina telah menilai peri­laku pelatih Vincenzo Montella sebagai isyarat untuk mengakhiri kontrak sah yang ditandatangani dua tahun lalu. Untuk kebaikan klub dengan sangat menyesal, dan terpaksa kami memecat Vincenzo Montella," jelas Della di situs resmi klub.

Pemecatan Montella terjadi akibat tekanan besar kepadanya setelah dia memberikan kritik kepada suporter klub yang menge­jek Fiorentina setelah dikalahkan Sevilla di Liga Eropa.

"Fiorentina sudah mencoba ber­main dan mencetak gol hingga peluit panjang berbunyi. Saya kira mereka tidak pantas mendapat­kan cemoohan dan diejek suporter mer­eka sendiri," kata Montella usai laga Fiorentina vs Sevilla.

Montella tidak pernah menyang­ka waktu untuk berpikir memutus­kan masa depannya di La Viola diputuskan sepihak oleh klub. Menurutnya ini adalah tindakan tidak hormat bagi klub profesional. "Saya terkejut tapi tidak ada pilihan lain dan saya harus bersedia untuk pergi sebagai pelatih," ujar Montella di situs ANSA.

Keputusan ini juga membuatnya kesal. Padahal sebagai pelatih seandainya benar dipecat harus dengan cara elegan. "Saya sampai tidak diberi kesempatan meng­hormati para fans dan klub. Tapi sudahlah, saya siap untuk pergi untuk menjadi pelatih dengan profesionalisme dan antusiasme," pungkas Montella.

Kabar teranyar dari Italia, sore kemarin WIB menyebutkan, ada tiga nama yang menjadi kandidat kuat pengganti Montella.

Mereka adalah Giampiero Ventura (Torino), Paulo Sousa (Basel) dan Roberto Donadoni (Parma). Dari tiga nama itu, Sousa, yang merupakan mantan pemain Juventus dan Portugal, diyakini sebagai target utama Fiorentina. Fiorentina kabarnya akan segera menghubungi Sousa.

Namun, sang target tak mau berkomentar soal rumor itu. "Itu hanya rumor dan hal nor­mal dalam sepak bola. Rencana saya tahun depan adalah tetap di Basel," ujar mantan pemain tim nasional Portugal itu.

Tapi bila gagal, Fiorentina bakal langsung beralih ke Donadoni. Sedangkan kans Ventura Sangat kecil. Pasalnya, klub Torino diprediksi tidak akan sudi untuk melepasnya.

Sementara itu, Montella juga diperkirakan bakal segera men­emukan klub barunya. Saat ini, dia dikait-kaitkan dengan kemungkinan menggantikan Rafael Benitez di Napoli atau Filippo Inzaghi di AC Milan. ***

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya