Berita

Bisnis

Pungutan PBB-KB pada BU-PIUNU Minus Pengawasan

RABU, 10 JUNI 2015 | 07:40 WIB | LAPORAN:

Dibukanya pasar bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kepada Badan Usaha Pemegang Izin Niaga Umum (BU-PIUNU) selain Pertamina, telah mengakibatkan terjadinya persaingan yang ketat dalam menentukan harga jual.

BU-PIUNU sendiri merupakan badan usaha yang menjalankan bisnis minyak/BBM yang boleh mengimpor dan mengekspor BBM serta harus memiliki sarana/infrastruktur seperti storage tank yang dimiliki AKR, Petronas, Shell, Total, dan Kutilang Paksi Mas.

Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia Mamit Setiawan menilai, perlu ada pengawasan terhadap kewajiban BU-PIUNU dalam Pembayaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB).


"Lemahnya pengawasan atas pungutan PBB-KB pada BU-PIUNU selain Pertamina, membuat harga jual BBM Non PSO mereka menjadi lebih murah dibandingkan harga Pertamina," jelas dia.

Jika dibiarkan, menurutnya bisa berdampak terhadap perolehan pendapatan dan keuntungan Pertamina sekaligus berdampak terhadap pemasukan negara,

Pemerintah daerah, sebagai pihak yang diberi hak mendapatkan dan kewenangan memungut PBB-KB juga dinilainya masih belum maksimal dalam melakukan pengawasan terhadap pungutan PBB-KB pada BU-PIUNU.

"Sebagai BUMN milik negara, Pertamina pasti melakukan pembayaran PBB-KB tersebut pada saat BBM dtebus oleh mitranya seperti SPBU dan agen. Tapi karena pengawasan lemah, BU-PIUNU non BUMN banyak yang nggak bayar," ketus Mamit.

Karena itu, kata dia, tidak aneh jika BU-PIUNU non BUMN bisa jual BBM lebih murah 5 persen sampai dengan 10 persen ketimbang BU-PIUNU BUMN karena tidak bayar PBB-KB tersebut.[wid]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya