. Perhelatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat nasional XXIII dan pameran hasil karya siswa SMK 2015 resmi dibuka oleh perwakilan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Helatan ini diadakan di Provinsi Banten pada tanggal 9 hingga 13 Juni 2015.
Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Banten Rano Karno dalam sambutannya mengatakan bahwa acara tersebut berguna untuk memotivasi siswa SMK se-Indonesia agar tidak minder. Pasalnya, saat ini dunia industri membutuhkan keahlihan siswa SMK.
"Jangan merasa minder, dulu orang yang sekolah di SMK dianggap buangan tapi untuk saat ini keahlian siswa SMK menjadi hal penting," ujar Rano Karno saat memberikan sambutan, Banten (Selasa, 9/6).
Selain itu, Rano Karno juga berharap untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan dibuka akhir 2015 ini, siswa-siswa SMK bisa fokus mempelajari bahasa asing agar dapat bersaing di dunia internasional.
"Untuk kealihan siswa SMK kita sudah diakui di kancah internasional, tapi perlu penambahan kualitas bahasa asing agar dapat lebih berkompetensi," tegasnya.
Acara LKS SMK ini sendiri dilaksanakan di Indonesian Convention Exibhtion BSD, Tangerang yang akan pada tanggal 9 hingga 13 Juni 2015. Acara LKS SMK ini pun hasil kerjasama antara Diknas Pendidikan Provinsi Banten dengan BUMD PT Banten Global Edukasi (BGE).
Dalam acara ini turut hadir pula Rano Karno selaku Plt Gubernur Banten, Ketua DPRD Banten Asep Rakhmatullah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Engkos Kosasih, serta pejabat dari Kemendikbud.
Perlu diketahui, Lomba Kompetensi Siswa (LKS) adalah kompetisi tahunan antar siswa pada jenjang SMK sesuai bidang keahlian yang diajarkan pada SMK peserta. LKS ini setara dengan OSN (Olimpiade Sains Nasional) yang diadakan di SMP/SMA. Pemenang LKS tingkat Nasional akan mewakili Indonesia ke ASEAN Skills (Kompetisi Keahlian tingkat ASEAN) dan World Skills International Competition (Kompetisi Keahlian tingkat Dunia).
Sementara itu, siswa yang mengikuti LKS adalah siswa yang telah lolos seleksi tingkat kabupaten dan provinsi dan karenanya adalah siswa-siswa terbaik dari provinsinya masing-masing.
[rus]