ilustrasi/net
ilustrasi/net
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) akan luncurkan program 'Pesantren Maritim' pada Agustus mendatang. Mohsen Alaidrus selaku Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PDPP) menegaskan bahwa Kemenag siap gelontorkan dana mencapai 5 Milyar. Program tersebut muncul sebagai bentuk sinergisitas antara pendidikan pesantren dengan gagasan 'Indonesia Negara Maritim' ala Jokowi.
Sejatinya, pesantren memiliki sejarah yang panjang dalam menemani langkah pendidikan di Indonesia. Sayangnya, pesantren sebagai sebuah ragam pendidikan di Indonesia masih dipandang sebelah mata. Hal ini disebabkan banyaknya lulusan pesantren yang gagap terhadap tantangan ekonomi global. Meski demikian, lulusan pesantren dikenal sebagai pribadi yang memiliki etos kemandirian yang tinggi.
Munculnya pesantren-pesantren modern berstandard internasional merupakan reaksi terhadap problema di atas. Tujuannya adalah mencetak generasi Islam yang mandiri dan mampu bersaing di dunia global. Akan tetapi pada kenyataannya muncul permasalahan baru, yaitu banyaknya lulusan pesantren modern yang serba tanggung. Artinya, lulusan tersebut tidak terlalu mahir di bidang keilmuan agama pun tidak terlalu ahli di bidang keilmuan umum. Melihat fenomena ini, gagasan pesantren maritim harus dipikirkan hingga matang. Karena jika tidak, tentu akan semakin menambah rentetan panjang rumitnya sistem pendidikan Indonesia.
Populer
Selasa, 07 April 2026 | 05:19
Senin, 06 April 2026 | 05:31
Selasa, 07 April 2026 | 12:34
Selasa, 07 April 2026 | 11:04
Rabu, 08 April 2026 | 05:43
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Senin, 06 April 2026 | 16:10
UPDATE
Jumat, 17 April 2026 | 03:56
Jumat, 17 April 2026 | 03:42
Jumat, 17 April 2026 | 03:21
Jumat, 17 April 2026 | 02:59
Jumat, 17 April 2026 | 02:49
Jumat, 17 April 2026 | 02:24
Jumat, 17 April 2026 | 01:59
Jumat, 17 April 2026 | 01:45
Jumat, 17 April 2026 | 01:25
Jumat, 17 April 2026 | 00:59