Berita

Adhie M Massardi

Selempang yang Hilang: Mengenang Pancasila

MINGGU, 07 JUNI 2015 | 07:11 WIB | OLEH: ADHIE M. MASSARDI*

INDONESIA negara berpulau-pulau, bersuku-suku, banyak beda-bedanya daripada sama-samanya. Meskipun begitu, tujuannya satu. Ini kata guru SD. Makanya, kata Pak Samingoen, nenek moyang kita menyebutnya Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda tapi satu tujuan.

Kata-kata itu lalu ditulis pada selembar kain. Seekor burung kemudian mencengkeramnya. Membawanya keliling Nusantara. "Nama burung itu Garuda Pancasila," kata Pak Samingoen. Kita sudah hapal sangat. Makanya, waktu Bu Kasur nyanyi "Garuda Pancasila, akulah pendukungmu", kita bisa mengikutinya dengan saksama.

Tapi burung itu sekarang sdh punah. Selembar kain yang kemudian jadi selempang bertulis Bhinneka Tunggal Ika itu juga sudah entah ke mana. Padahal selempang "Bhinneka" itu harus tetap ada. Itu identitas kita yang membuat kita dihargai dan dihormati orang.


Nilai selempang "Bhinneka Tunggal Ika" bagi Indonesia kira-kira sama dengan selempang bertulis "Miss Universe" bagi Gabriela Isler. Waktu cewek asal Venezuela itu jalan-jalan keliling dunia dengan selempang "Miss Universe", pada 2013, di setiap negara yg disinggahi ia disambut karpet merah. Ada puja-puji, juga jamuan makan malam dengan para pemuka negara. Dengan selempang itu, Gabriela memang jadi wanita paling bermartabat di muka bumi.

Kini ia tak punya selempang itu. Ada wanita lain, dari negara lain, Paulina Vega dari Kolumbia yg merenggut selempang itu dari tubuhnya. Padahal tanpa selempang itu, Gabriela tak ubahnya wanita lain, yang di mata pria bisa dikategorikan "wanita kira-kira" atau "wanita tanyaan". (Kira-kira bisa diajak tidur nggak ya. Atau ditanya: Berapa semalam?) Hampir semua lelaki memang sialan kalau lihat cewek seronok kayak Gabriela.

Nasib Indonesia sekarang kurang lebih seperti Gabriela itu. Di mata dunia, dikategorikan seperti "negara kira-kira" dan "negara tanyaan". Kira-kira bisa dikuasai nggak ya. Kira-kira bisa dipecah-belah nggak ya. Atau ditanya: Berapa harga satu undang-undang? Berapa harga pejabat negaranya? Berapa harga Papua yang kaya sumber daya alamnya?

Lebih dari itu, Indonesia tanpa selendang "Bhinneka Tungal Ika" rasanya memang akan jadi tidak lucu. Kalau tidak hati-hati, persepsi pun bisa diseragamkan. Misalnya soal pornografi. Padahal yang kata kita porno, di Sanur merupakan pemandangan harian, untuk semua umur lagi. [***]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya