Berita

Jerome Valcke/net

Bola Bagus

Sekjen FIFA Batal Hadir di Pembukaan Piala Dunia Wanita

Terseret Kasus Dugaan Suap
RABU, 03 JUNI 2015 | 09:42 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kasus dugaan suap dan pemerasan di FIFA pelan-pelan me­nyeret ke pejabat tingginya. Teranyar, Sekjen Jenderal FIFA Jerome Valcke diduga kuat terli­bat dalam transaksi bank senilai 10 juta Dolar ASdari Afrika Selatan.

Akibat kasus itu, Valcke terpaksa tidak bisa menghadiri pembukaan Piala Dunia Wanita FIFA 2015 pada Sabtu waktu se­tempat (Minggu WIB). Padahal sampai waktu itu, Valcke masih dalam status orang yang akan menghadiri perhelatan yang diadakan di kota Vancouver itu. Namun, jadwal tersebut diubah pada Senin (1/6) sore waktu Zurich.

"Dikarenakan situasi terkini, Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke tidak akan mengikuti pembukaan Piala Dunia Perempuan 2015 seperti yang telah dijadwalkan sebelumnya. Sangat penting dia bisa mengurusi masalah di markas besar FIFA di Zurich," demikian dinyatakan FIFA dalam rilis resminya.


Dugaan keterlibatan Valcke diyakini para jaksa penuntut Amerika Serikat yang mengusut kasus tersebut. New York Times melaporkan, pengungkapan aliran uang itu mendekatkan penyelidi­kan kepada Presiden FIFA Sepp Blatter lebih cepat dari dugaan semula.

Jerome Valcke disebut-sebut sebagai seorang yang digambar­kan sebagai pejabat teras FIFA yang pada 2008 mengirimkan uang sebesar 10 juta dolar ASkepada pejabat FIFA lainnya, Jack Warner.

Duit itu diduga berasal dari pemerintah Afrika Selatan untuk penyelenggara Piala Dunia 2010 dan mengirimkannya ke sebuah proyek pengembangan sepak bola di Karibia.

Namun tudingan itu langsung dibantah Valcke dan Baltter ke­pada New York Times melalui email. Valcke mengaku tidak berwenang soal keuangan dan dan tidak memiliki kekuasaan untuk melakukan hal itu.

FIFA mengakui adanya proses pembayaran dana 10 juta Dolar ASdari Afrika Selatan kepada seorang pejabat sepak bola tidak melibatkan Valcke.

Sementara itu, Danny Jordaan, Kepala Eksekutif tender Piala Dunia Afrika Selatan yang kini menjabat presiden federasi sep­ak bola Afrika Selatan mengakui memberikan uang 10 juta Dolar AS kepada FIFA. Duit jumbo itu untuk pengembangan sepak bola di Karibia, bukan suap. ***

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya