Berita

ilustrasi/net

Bola Bagus

SANKSI FIFA

Kiper Timnas U-19: Semoga Tuhan Mendengar Doa Orang-orang Teraniaya

SENIN, 01 JUNI 2015 | 00:47 WIB | LAPORAN:

Sanksi yang dijatuhkan FIFA membuat para pemain sepak bola di seluruh Indonesia "nganggur". Mereka sedih akibat sanksi tersebut.

Kesedihan antara lain disampaikan penjaga gawang Timnas U-19 Awan Seto. Dia khawatir kerja kerasnya selama ini sia-sia akibat tidak bisa main di ajang AFF Championship 2015 yang akan digelar pada Juli sampai September nanti.

"Ke mana lagi kami akan membuktikan hasil latihan ini? Semoga, dan semoga saja Allah mendengar doa orang-orang yang teraniya," ucapnya.


Memang, akibat pembekuan PSSI dan sanksi FIFA ini, para pemain tidak bisa bermain. Para klub memilih meliburkan pemainnya. Akibatnya, untuk menjaga kebugaran dan cari nafkah, sebagian permain terpaksa harus ikut main bola tarkam alias antara kampung.

Dua pemain Persija Manam Abdulrahman dan Ramdani Lestaluhu Jumat lalu rela ikut bermain dengan para pemain kampung di Kecamatan Pagedangan, Tangerang.

"Kami mencari nafkah dari sepak bola. Jika kompetisinya diberhentikan, kami dan keluarga mau makan apa?" ucap Maman memberi alasan.

Maman tahu, ikut kompetisi di kampung rawan cedera. Tentu hal tersebut akan mempersulitnya karena pemain tarkam tidak mendapat tanggungan asuransi.

"Tapi, biarlah itu urusan saya dengan Allah," ujar mantan bek timnas senior ini, pasrah.[dem]

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya